• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

USTDA Kucurkan Rp25,7 Miliar Sokong Proyek Infrastruktur Internet Indonesia

by Redaksi Asiatoday
July 15, 2023
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia di Bawah Nepal dan Namibia dalam Kecepatan Internet Seluler

Jaringan internet di Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan Perdagangan dan Pengembangan Amerika Serikat (USTDA) mengucurkan dana hibah senilai sebesar US$1,7 juta atau setara Rp25,7 miliar kepada pemerintah Indonesia.

Dana tersebut diberikan kepada PT Super Sistem Data (Super Sistem) untuk studi kelayakan pengembangan telekomunikasi internet Indonesia.

Studi kelayakan tersebut untuk pengembangan sistem kabel serat optik bawah laut domestik dan menambah kapasitas internet pita lebar (broadband) kritis di daerah terpencil dan tertinggal di Indonesia.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

USTDA Kucurkan Rp25,7 Miliar Sokong Proyek Infrastruktur Internet Indonesia 1
Seremoni penyerahan dana hibah Badan Perdagangan dan Pengembangan Amerika Serikat (USTDA) kepada PT Super Sistem Data (Super Sistem). Foto: Kedubes AS

Nantinya, sistem kabel yang disebut Barat Timur Indonesia (BTI) akan menghubungkan Batam, Jakarta dan Manado, mencakup tujuh stasiun pendaratan dan memiliki panjang gabungan lebih dari 4,700 km.

Studi ini akan menyediakan Super Sistem dengan analisis, desain dan rencana yang diperlukan untuk mengimplementasikan sistem kabel.

Super Sistem sendiri kemudian memilih APTelecom yang berbasis di Florida, untuk melakukan penelitian.

Terkait proyek ini, Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Sung Yong Kim, mengatakan bahwa kabel bawah laut merupakan tulang punggung infrastruktur internet global.

“Jaringan kabel serat optik sepanjang lebih dari 1,4 juta kilometer ini bertanggung jawab untuk mentransmisikan data dalam jumlah besar melintasi lautan, menghubungkan benua, negara dan budaya,” jelas Kim pada Selasa (11/7/2023).

Menurut Kim, pembangunan infrastruktur ini akan merevolusi pasar yang berkembang pesat, dengan menyediakan peluang unik bagi pemerintah, bisnis dan masyarakat Indonesia sehari-hari.

Direktur USTDA Enoh. T. Ebong juga mengatakan bahwa infrastruktur digital akan menciptakan peluang bagi perusahaan AS dan mitra teknologi terpercaya untuk menawarkan solusi di pasar telekomunikasi yang penting.

Sementara itu, Muhammad Arif Angga selaku ketua umum APJII mengatakan bahwa kemitraan ini dapat memicu kerjasama lebih lanjut dengan Indonesia dan AS di bidang teknologi dan internet.

Dukungan USTDA terhadap proyek ini dilakukan untuk memajukan Kemitraan untuk infrastruktur dan investasi global, dalam Partnership for Global Infrastructure and Investment (PGII) dan Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (IPEF).

Tujuan dukungan ini dilakukan untuk mengembangkan, memperluas dan menerapkan infrastruktur digital yang aman, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memfasilitasi masyarakat digital yang terbuka.

CEO Super Sistem Kelvan Firman juga mengungkapkan bahwa pihak AS melihat Indonesia sebagai strategic partner.

Menurutnya, pihak AS melihat proyek ini sebagai proyek strategis dan memberikan dampak besar dalam commercial value. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Asia DigitalIndonesia-Amerika Serikat (AS)InternetUSTDA
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.