• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Utusan Khusus Presiden AS Desak China Kembali ke Perundingan Iklim

by Redaksi Asiatoday
August 30, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Utusan Khusus Presiden AS Desak China Kembali ke Perundingan Iklim 1

Debit air Sungai Yangtze di China mengalami penurunan drastis akibat perubahan iklim. Dok

ASIATODAY.ID, BEIJING – Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat (AS) untuk Urusan Iklim, John Kerry mendesak Presiden China, Xi Jinping untuk kembali ke perundingan seputar perubahan iklim.

Hal ini ia sampaikan dalam wawancaranya dengan surat kabar Financial Times.

Kerry mengatakan ia berharap negara-negara dapat “bersatu kembali” menjelang pertemuan perubahan iklim PBB atau COP27 bulan November mendatang. Pertemuan itu digelar di resort Sharm el-Sheikh, Mesir.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Ini salah satu bidang yang tidak boleh terinterupsi karena masalah lain berdampak pada kami,” kata Kerry seperti dikutip pada Selasa (30/8/2022).

Tahun ini dampak perubahan iklim begitu terasa di China yang mengalami kekeringan parah. China mengambil tindakan darurat untuk mengatasi kekeringan di lembah sungai Yangtze dengan mengirimkan lebih banyak air, menggelontorkan lebih banyak bantuan, penyemai awan dan membangun sumber air baru.

Langkah ini diambil saat gelombang panas yang tembus rekor telah merusak lahan pertanian dan peternakan. Dua pekan lalu Kementerian Sumber Daya Air mengatakan kekeringan di lembah Sungai Yangtze “berdampak pada keamanan air minum orang desa dan ternak, dan pertumbuhan tanaman.”

Kementerian juga mendesak daerah untuk lebih akurat lagi melakukan asesmen pada wilayah yang terdampak kekeringan dan menyarankan rencana untuk menjaga pasokan air, termasuk pengiriman air sementara, membangun sumber baru dan memperpanjang jaringan pipa.

Kementerian menambahkan untuk meningkatkan pasokan hilir, Bendungan Tiga Ngarai, proyek pembangkit listrik tenaga air terbesar di China, juga akan meningkatkan debit air sebesar 500 juta meter kubik selama 10 hari ke depan.

Kunjungi Indonesia

John Kerry dijadwalkan akan melakukan perjalanan ke Athena, Yunani, 28-29 Agustus untuk bertemu dengan pejabat pemerintah tekait dalam upaya mengurangi emisi global, dekarbonisasi pelayaran berbasis laut, dan melanjutkan momentum konferensi kelautan dunia Our Ocean Conference.

Pada 30 Agustus-1 September, Mantan Menlu Kerry akan berkunjung ke Bali, Indonesia untuk menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Lingkungan Hidup dan Iklim G20, dan akan bertemu dengan pejabat pemerintah untuk meningkatkan kerja sama terkait krisis iklim dan menggarisbawahi dampak positif Undang-Undang Pengurangan Inflasi (Inflation Reduction Act) terhadap iklim.

John Kerry kemudian akan melanjutkan perjalanan ke Kota Ho Chi Minh, Vietnam, 2-4 September, dan Hanoi, Vietnam, 4-6 September untuk bertemu dengan pejabat pemerintah, perwakilan masyarakat sipil, dan pemimpin bisnis untuk membangun konsensus tentang tindakan penting untuk mengatasi krisis iklim dan mempercepat transisi ke ekonomi energi bersih.

Perjalanan ini juga akan menjadi kesempatan untuk terlibat dalam diskusi tentang kerja sama iklim menjelang Conference of the Parties to the UNFCCC (COP27) ke-27 yang akan diselenggarakan di Sharm el-Sheikh, Mesir pada 6-18 November 2022. (ATN)

Tags: Bencana iklimClimate ChangeKrisis IklimPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.