ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pandemi global wabah coronavirus (Covid-19) yang terus menyebar secara memantik gerakan voluntarisme di Indonesia.
Ribuan orang dari berbagai lapisan sosial terpanggil untuk menjadi relawan (volunter) dalam upaya menyelamatkan Indonesia dari cengkraman wabah mematikan itu.
Saat ini, sebanyak 5.816 orang telah terdaftar dalam desk relawan percepatan penanganan virus corona (covid-19) di Indonesia. Relawan ini terdiri dari tenaga kesehatan, medis dan non-medis.
“Hingga per 28 Maret pukul 17.00 WIB, jumlah relawan yang sudah berhasil mendaftar mencapai 1.808 orang terdaftar sebagai relawan medis dan tenaga kesehatan, dan sebanyak 4.008 orang terdaftar sebagai relawan non-medis,” terang Ketua Umum Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) Dandi Prasetya di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (29/3/2020).
Para relawan terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan usia 19 hingga di atas 60 tahun. Mereka hadir di lima provinsi yakni, di Jawa Barat sebanyak 1.445 orang, DKI Jakarta 1.384 orang, Jawa timur 559 orang, Banten 402 orang, dan Jawa Tengah 348 orang. Dandi memerinci posisi dari masing-masing relawan tersebut.
Relawan medis dan tenaga kesehatan di antaranya;
– Administrasi rumah sakit: 32 orang
– Apoteker: 56 orang
– Dokter spesialis: 4 orang
– Dokter umum: 93 orang
– Kesehatan masyarakat: 113 orang
– Perawat: 776 orang
– Psikolog: 12 orang
– Teknisi laboratorium: 201 orang
Kemudian relawan 4.008 non-medis di antaranya:
– Ahli gizi: 115 orang
– Bidan: 324 orang
– Dapur umum: 274 orang
– Logistik atau pergudangan: 1.024 orang
– Radiografer: 4 orang
– Sopir atau tim ambulans: 549 orang
– Teknisi mesin dan kelistrikan: 68 orang
– Tenaga administrasi umum: 983 orang
– Tenaga kebersihan umum: 201 orang
– Tenaga kesehatan lingkungan: 207 orang
– Tenaga sanitarian: 133 orang
– Tenaga teknis kefarmasian: 62 orang, dan
– tidak diketahui: 585 orang.
Digagas sejak Gempa Lombok
Dandi menjelaskan relawan ini terdaftar melalui desk relawan yang diinisiasi oleh BNPB. Desk relawan merupakan platform digital on demand yang berisi informasi sumber daya dan aktivitas kerelawanan dan menjadi sarana komunikasi terkait penanggulangan bencana di Indonesia.
“Kami mendapat mandat untuk menjadi koordinator desk relawan BNPB, nantinya berfungsi sebagai data dan informasi tentang pemetaan sumber daya serta aktivitas relawan untuk percepatan penanganan covid-19,” jelas Dandi.
Desk relawan sejatinya terbentuk sejak gempa Lombok pada 29 Juli 2018 lalu. Kegiatan ini diharapkan membantu distribusi sumber daya manusia (SDM) relawan kepada organisasi dan lembaga yang membutuhkan misi kemanusiaan.
“Kami melihat banyak masyarakat di Indonesia yang ingin terlibat, tapi di sisi lain pihak rumah sakit dan lembaga kemanusiaan juga membutuhkan SDM yang berkompeten. Terutama mengingat proses penanganan covid-19 ini masih berjalan waktu yang agak panjang dan mungkin berpotensi untuk meluas di berbagai wilayah di Indonesia,” tegas Dandi.
Masyarakat Indonesia yang ingin turut serta membantu penanganan covid-19 bisa mendaftar melalui https://deskrelawanpb.bnpb.go.id/covid-19/. (AT Network)
,’;\;\’\’
