• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Waspadai Kejahatan Scan QR Code, Rekening Anda Ludes dalam Sekejap

by Redaksi Asiatoday
June 30, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Transaksi Digital di Indonesia Jadi Incaran Pelaku Kejahatan Siber

Cyber crime. Doc

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bagi anda yang aktif bertransaksi menggunakan scan QR code , ada baiknya selalu waspada.

Pasalnya, saat ini muncul kejahatan penipuan jenis baru melalui scan QR code. Dalam sekejap, isi rekening habis dikuras.

Seperti diketahui, QR Code menjadi metode pembayaran yang mempermudah penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi. Sayangnya teknologi ini lagi-lagi dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk menguras ATM seseorang.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Kejahatan melalui QR Code ini viral setelah pria berusia 60 tahun kehilangan 20.000 dolar di akun banknya karena melakukan scan di sebuah toko minuman.

Melansir dari straitstimes, pria tersebut berniat mendapatkan satu gelas bubble tea dengan mengisi survei. Pengisian survei itu pun dengan cara melakukan scan QR yang kemudian diarahkan ke aplikasi pihak ketiga.

Tanpa ia sadari, aplikasi tersebut bisa membuat penipu melihat isi ponselnya dan mencuri data pribadinya. Setelah itu, uang yang ada di akun banknya dikuras habis.

Pada bulan April, polisi dan Cyber ​​​​Security Agency of Singapore memperingatkan publik tentang bahaya mengunduh aplikasi dari situs yang meragukan yang dapat menyebabkan malware dipasang ke ponsel korban.

Mereka mengatakan malware semacam itu telah mengakibatkan data rahasia dan sensitif, termasuk kredensial perbankan yang bisa dicuri.

Polisi mengatakan bahwa sejak Maret setidaknya ada 113 korban yang kehilangan uang rata-rata mencapai 445.000 dolar.

“Selain spanduk pop-up situs web, yang paling umum, menempelkan kode QR palsu di luar perusahaan F&B adalah cara licik lain untuk menggaet korban karena konsumen mungkin tidak dapat membedakan antara kode QR yang sah dan jahat,” ucap Beaver Chua, kepala anti-penipuan di departemen kepatuhan kejahatan keuangan grup Bank OCBC. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Cyber CrimeScan QR
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.