• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

WHO Ingatkan Varian Omicron Menyebar Lebih Cepat Dibanding Delta

by Redaksi Asiatoday
December 18, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
WHO Ingatkan Varian Omicron Menyebar Lebih Cepat Dibanding Delta

Markas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa. Ist

ASIATODAY.ID, JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan kepada seluruh dunia bahwa Varian Omicron menyebar lebih cepat secara signifikan dibanding Delta di negara-negara dengan catatan transmisi komunitas, dengan jumlah kasus berlipat ganda setiap 1,5 hingga 3 hari.

Dalam sebuah pembaruan informasi pada Sabtu (18/12/2021), WHO mengatakan varian Omicron kini sudah terkonfirmasi di 89 negara.

Omicron menyebar dengan cepat di negara-negara dengan level imunitas tinggi. Namun WHO belum dapat memastikan apakah hal ini diakibatkan Omicron yang dapat menghindari imunitas, kemampuan internalnya dalam hal penularan, atau kombinasi keduanya.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

WHO menyatakan Omicron sebagai “variant of concern” pada 26 November, tak lama usai varian itu pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan.

Hingga saat ini, WHO dan jajaran ilmuwan di seluruh dunia belum mengetahui pasti seperti apa sebenarnya varian Omicron.

Meski begitu, banyak ilmuwan meyakini Omicron memang lebih menular tapi tidak lebih berbahaya dari Delta.

“Data-data yang ada mengenai tingkat keparahan Omicron masih terbatas,” kata WHO, dilansir dari Al Jazeera.

“Tambahan data diperlukan untuk memahami tingkat keparahannya dan juga pengaruhnya terhadap vaksinasi,” sambungnya.

Jumat kemarin, sebuah kajian dalam skema non-peer review oleh Imperial College London mengatakan bahwa risiko infeksi ulang Omicron lima kali lebih tinggi dari Delta.

Tidak hanya itu, Omicron juga disebut tidak memperlihatkan karakteristik yang lebih ringan dari Delta.

Riset tersebut memicu keraguan mengenai optimisme banyak pakar, bahwa Omicron tidak lebih berbahaya dari Delta.

Sementara itu di Amerika Serikat, Presiden Joe Biden mengingatkan potensi terjadinya “musim dingin penuh penyakit dan kematian” bagi mereka yang belum divaksinasi.

Sementara jajaran menteri kesehatan anggota G7 mengatakan bahwa Omicron saat ini merupakan ancaman terbesar terhadap kesehatan publik global.

Beberapa hari sebelumnya, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa Omicron “menyebar dalam laju yang belum pernah terlihat sebelumnya bila dibandingkan dengan varian-varian lain.”

Ia khawatir banyak pihak menganggap Omicron ini sebagai varian yang lebih ringan.

“Bahkan jika Omicron ini hanya menyebabkan gejala yang lebih ringan, jumlahnya yang besar dapat sekali lagi membebani sistem kesehatan,” tegas Tedros. (ATN)

Tags: COVID-19WHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.