• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

WHO Serukan Negara di Dunia Bergerak Cepat dan Tidak Buang Waktu Tangani Coronavirus

by Redaksi Asiatoday
March 26, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pusat Pandemi Corona Kini Bergeser ke Eropa  

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus didampingi Kepala Teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Covid-19, Maria Van Kerkhove. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan kepada negara-negara di dunia agar bergerak cepat dan tidak membuang-buang waktu dalam menangani pandemi wabah coronavirus (Covid-19).

“Kami menyia-nyiakan kesempatan pertama. Waktu untuk bertindak sebenarnya lebih dari sebulan yang lalu atau dua bulan yang lalu,” ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam press briefing WHO yang dilansir dari Bloomberg, Kamis (26/3/2020).

Menurutnya, negara di dunia memiliki kesempatan kedua seiring dengan 150 negara menunjukkan jumlah kasus di bawah 100 sehingga punya waktu untuk bersiap.

RelatedPosts

Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Negara yang sudah menerapkan lockdown dinilai telah memanfaatkan waktu dengan baik dalam pencegahan secara agresif. Jangka waktu lockdown tergantung pada upaya manajemen wabah setiap negara.

Kendati keputusan lockdown harus dibayar dengan mahal berupa kerugian sosial dan ekonomi, Tedros menilai hal ini lebih baik daripada membuka sekolah dan kegiatan bisnis lalu menutup kembali akibat jumlah kasus yang bertambah.

Enam aksi yang direkomendasikan WHO untuk dilakukan oleh setiap negara, di antaranya;

  1. Memperbanyak jumlah tenaga kesehatan dan melatihnya
  2. Menerapkan sistem untuk menjaring kasus yang masuk kategori suspect
  3. Meningkatkan pengujian Covid-19 dan memperluas aksesnya
  4. Mengidentifikasi fasilitas (properti) yang bisa diubah menjadi pusat kesehatan virus corona
  5. Menyusun rencana karantina
  6. Pemerintah kembali fokus pada penekanan jumlah virus

Mike Ryan, kepala program darurat di WHO mengungkapkan dunia belum siap menghadapi pandemi. Misalnya, kerusakan pada rantai pasokan dapat mengancam pasokan sarung tangan medis yang terbuat dari karet yang diimpor hanya dari beberapa negara. Padahal tenaga kesehatan di dunia mulai kekurangan alat pelindung di seluruh dunia.

“Jika ada pelajaran dari pandemi ini, kami membutuhkan sistem kesehatan masyarakat yang lebih kuat di tingkat nasional dan global,” kata Ryan. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: CoronavirusCOVID-19Pandemi GlobalWHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.