ASIATODAY.ID, JAKARTA – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) segera membuka wisata alam Gunung Rinjani, di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, setelah ada persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Sejauh ini kami telah melakukan berbagai persiapan sebelum pembukaan jalur pendakian, namun tetap menunggu arahan dari kementerian,” kata Kepala BTNGR, Dedy Asriady dalam keterangannya yang diterima Selasa (16/6/2020).
Berbagai persiapan yang sudah dilakukan untuk menyambut para wisatawan mulai dari perbaikan enam jalur wisata pendakian, yakni Sembalun, Timbanuh, Torean, dan Propok, di Kabupaten Lombok Timur. Selain itu, di Senaru, Kabupaten Lombok Utara, dan jalur pendakian Aik Berik di Kabupaten Lombok Tengah.
Perbaikan seluruh jalur pendakian tersebut sudah rampung sejak akhir Maret 2020. Demikian juga dengan destinasi wisata nonpendakian, seperti air terjun Otak Kokoq, air terjun Jeruk Manis, Sebau, dan lainnya sudah siap.
Sebelumnya, seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani dan seluruh destinasi wisata non-pendakian yang berada di dalam kawasan taman nasional ditutup sejak 16 Maret 2020.
Penutupan tersebut berdasarkan surat edaran KLHK, dan keputusan bersama Gubernur NTB, Bupati Lombok Timur, Bupati Lombok Tengah, dan Lombok Utara, setelah melihat dampak makin meluasnya penyebaran COVID-19 yang sudah menjadi bencana non-alam secara nasional. (ATN)
