• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

World Bank: Kualitas Jalan di Indonesia Masih Jauh dari Standar Internasional

by Redaksi Asiatoday
June 25, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi Rp30 Triliun, Astra International Garap Infrastruktur

Jalan Tol Trans Jawa. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia menyisakan persoalan tersendiri.

Riset Bank Dunia mengungkapkan, terdapat beberapa temuan terkait dengan sektor jalan nasional yang tertuang dalam kajian belanja publik yang dipaparkan pada Kamis (25/6/2020).

Menurut Tomas Herrero Diez, Transport Consultant Wolrd Bank, jalan nasional dan jalan bebas hambatan secara strategis penting bagi produktivitas dan daya saing Indonesia untuk melayani 40 persen dari semua lalu lintas.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Meskipun belanja pemerintah untuk jalan nasional telah meningkat selama dekade terakhir ini, pertumbuhan jaringan jalan nasional tidak sejalan dengan pertumbuhan permintaan lalu lintas. Hampir dua pertiga kendaraan yang melalui jalan nasional berada dalam kondisi arus lalu lintas yang lambat atau padat,” paparnya.

Dikatakan, peningkatan belanja pemerintah sebagian besar digunakan untuk membiayai penanganan yang lebih mahal, yang berujung pada pembangunan dan pemeliharaan berbiaya tinggi. Namun, kualitas jalan nasional belum meningkat berarti jika dibandingkan secara internasional.

Selain itu, pengumpulan data dan sistem manajemen yang buruk telah menyebabkan prioritisasi program yang terfragmentasi dan tidak efektif.

Dilain pihak, kondisi Direktorat Jenderal Bina Marga yang sangat terdesentralisasi menjadi penghambat peningkatan kualitas dan kecepatan pelaksanaan proyek jalan nasional.

Kemudian, program pembangunan jalan tol berada di jalur yang tepat, tetapi Pemerintah Indonesia sangat bergantung pada badan usaha milik negara untuk melaksanakan proyek-proyek baru.

“Model ini berisiko menciptakan biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah jika terjadi peristiwa atau kejadian tertentu dan menyebabkan hengkangnya sektor swasta,” urainya.

Kajian World Bank ini bertujuan membantu Pemerintah Indonesia mengidentifikasi kendala-kendala dalam belanja publik yang efektif dan efisien dan memberikan cara-cara untuk meningkatkan kualitas belanja untuk merealisasikan tujuan pembangunan Indonesia. (ATN)

Tags: InfrastrukturJalan TolWorld Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.