• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

World Bank Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen Tahun ini

by Redaksi Asiatoday
January 12, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Varian Delta Merusak Stabilitas dan Pemulihan Ekonomi di Asia Pasifik

Markas World Bank. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – World Bank memproyeksikan Indonesia akan melanjutkan momentum pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022.

Berdasarkan laporan Global Economic Prospects dari World Bank yang dirilis Selasa (11/1/2022), ekonomi Indonesia diproyeksi tumbuh 5,2 persen pada tahun ini.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia didukung oleh permintaan yang kuat dari dalam negeri serta kenaikan harga komoditas,” tulis World Bank Dunia dalam laporan tersebut, dikutip Rabu (12/1/2022).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Sementara itu, World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 mencapai 3,7 persen. Perkiraan ini masih sama dengan proyeksi sebelumnya yang dirilis Desember 2021 lalu.

Lebih jauh, World Bank memperkirakan ekonomi Indonesia melanjutkan pertumbuhan di level 5,1 persen pada tahun 2023.

Proyeksi Bank Dunia terhadap Indonesia lebih tinggi dibandingkan Thailand yang diperkirakan tumbuh hanya 3,9 persen pada 2022 dan 4,3 persen pada 2023, namun masih lebih rendah dibandingkan Filipina yang mencapai 5,9 persen pada 2022.

Sementara itu, World Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi di Malaysia akan pulih menjadi 5,8 persen pada 2022, tetapi kemudian turun menjadi 4,5 persen pada 2023 karena memudarnya dukungan dari ekspor dan pengetatan kebijakan fiskal dan moneter.

Namun, World Bank memperkirakan negara-negara yang bergantung pada pariwisata di Asia Tenggara seperti Kamboja, Malaysia, Filipina, dan Thailand tidak akan pulih ke level pra-pandemi hingga tahun 2022 atau 2023.

Di sisi lain, World Bank menyoroti risiko penurunan terhadap prospek pertumbuhan di tengah kerentanan terhadap penyebaran Covid-19 varian Omicron meskipun banyak negara di kawasan ini diperkirakan mencapai tingkat vaksinasi 70 persen pada pertengahan 2022.

“Pembatasan mobilitas karena gelombang baru pandemi, vaksinasi yang tidak lengkap, dan pengujian yang tidak memadai terutama dalam menghadapi varian Omicron, dapat mengganggu pemulihan industri pariwisata dan perjalanan dan membebani kepercayaan konsumen,” tulis World Bank.

World Bank juga menyoroti meningkatnya risiko keuangan seiring dengan pertumbuhan tingkat utang. (ATN)

Tags: Pertumbuhan AsiaPertumbuhan EkonomiWorld Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.