• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, June 9, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

World Bank : Rasio Pajak Indonesia Paling Rendah Diantara Negara Berkembang

by Redaksi Asiatoday
June 22, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bank Dunia : Jokowi Harus Benahi 4 Hal Untuk Menarik Investasi Asing

The World Bank. Doc

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Laporan terbaru World Bank atau Bank Dunia menyebutkan, rasio pajak (tax ratio) Indonesia paling rendah diantara negara berkembang lain (emerging and developing market economies/ EMDEs).

Indonesia saat ini tercatat menduduki peringkat 112 pada Indikator Pembayaran Pajak (Paying Taxes Indicator) World Bank’s Doing Business Ranking 2019.

Menurut Ekonom Senior World Bank untuk Indonesia Ralph Van Doorn, penerimaan Indonesia dibandingkan rasio produk domestik bruto (Gross Domestic Product/GDP) atau revenue-to-GDP pada 2018 hanya tercatat 14,6 persen.

RelatedPosts

Indonesia-EU Trade Deal Set for 2027, Opening Tariff-Free Access for Most Exports

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

Jumlah tersebut sangat rendah jika dibandingkan dengan negara berkembang lain yang rata-rata 27,8 persen.

“Penerimaan pajak terhadap GDP (tax-to-GDP ratio) hanya 10,2 persen dari total GDP pada 2018, realisasi itu termasuk yang paling rendah dibandingkan negara di kawasan regional dan negara berkembang lainnya,” jelas Ralph saat Media Briefing Online: Public Expenditure Review World Bank, Senin (22/6/2020).

Ralph menambahkan, Indonesia juga termasuk salah satu negara yang memiliki perbedaan terbesar antara realisasi penerimaan dengan potensi pendapatan.

Riset yang dilakukan World Bank, posisi rasio penerimaan pajak Indonesia jauh berada di bawah negara berkembang, misalnya Brasil, India, Thailand, Malaysia, Filipina dan Republik Dominika. Indonesia hanya unggul tipis dari Sri Lanka.

Rendahnya rasio pajak berdampak pada minimnya realisasi pengeluaran pemerintah untuk publik (public spending).

Ralph mengungkapkan, alokasi public spending Indonesia pada 2018 hanya 16,6 dari total PDB. Jumlah tersebut, hanya setengah dari negara berkembang lain yang rata-rata menghabiskan 32 persen dari PDB.

“Pengeluaran pemerintah sempat meningkat pada periode 2003-2008 dan 2010-2013 lantaran melonjaknya harga komoditas. Namun itu pun hanya mencapai 20 persen dari total PDB,” paparnya.

Ralph memandang, ada 4 tantangan yang dihadapi pemerintah agar bisa meningkatkan pendapatan dari pajak.

Pertama, pendapatan pemerintah Indonesia masih bergantung pada harga komoditas primer.

Kedua, struktur ekonomi yang didominasi pengolahan sumber daya alam (SDA) dan sektor informal (UMKM).

Ketiga, rendahnya kemampuan teknologi informasi (IT) dan kapasitas pengetahuan staf di Dirjen Pajak membuat basis pajak dan tingkat kepatuhan pajak (tax complience) sangat sempit.

Keempat, kebijakan perpajakan yang tidak optimal.

“Kompleksitas dan perlakukan tidak sama dari sistem pajak membuat efek negatif pada pertumbuhan inklusif di Indonesia,” tandasnya. (ATN)

Tags: Tax Rasio IndonesiaWorld Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • World Bank and Japan Launch New Push to Secure Global Critical Minerals Supply Chains
  • Indonesia-EU Trade Deal Set for 2027, Opening Tariff-Free Access for Most Exports
  • Elara Skin Indonesia Officially Launches
  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.