• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

BI : Ekspor Indonesia ke China dan Asia Tenggara Naik Signifikan

by Redaksi Asiatoday
December 21, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bank Indonesia Terbitkan Aturan Devisa Hasil Ekspor

Aktivitas ekspor di Pelabuhan Tanjung Priok. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bank Indonesia melaporkan kinerja ekspor Indonesia ke China dan kawasan Asia Tenggara lainnya mengalami perbaikan. Hal itu dipengaruhi oleh kenaikan ekspor pulp dan serat tekstil ke China.

Melalui Laporan Perkembangan Ekonomi Terkini Desember 2019 Bank Indonesia yang diterima Jumat (20/12/2019), dijelaskan bahwa perbaikan ekspor dipengaruhi oleh masih kuatnya ekspor komoditas besi dan baja ke China dan Asia Tenggara. Beberapa tren lain adalah masih berlanjutnya komoditas ekspor kendaraan bermotor ke Asia Tenggara dan Arab Saudi.

Secara umum impor pada kuartal IV/2019 juga mencatatkan penurunan, disebabkan oleh menurunnya impor barang modal dan impor bahan baku. Selain itu penurunan impor juga dampak dari sinergi bauran kebijakan yang telah ditempuh Bank Indonesia selama ini.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Dalam laporannya, Bank Indonesia menjelaskan bahwa meski neraca perdagangan Indonesia defisit US$1,33 miliar pada November 2019 tetapi sempat mengalami surplus pada bulan sebelumnya US$170 juta.

Bank Indonesia menilai kenaikan defisit ini disebabkan oleh kenaikan impor barang konsumsi sesuai pola musiman jelang akhir tahun. Selain itu juga ada kebutuhan impor untuk meningkatkan produktivitas dalam negeri.

Bank Indonesia pun memproyeksikan bahwa Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diperkirakan membaik pada kuartal IV/2019 dipengaruhi oleh surplus transaksi modal dan finansial, serta defisit transaksi berjalan yang terkendali.

Adapun aliran modal asing yang masuk sepanjang kuartal IV/2019 banyak didukung oleh Penanaman Modal Asing (PMA), dan investasi portofolio. Sepanjang Oktober-November 2019, tercatat aliran modal asing ke pasar keuangan domestik sebesar US$6,20 miliar lebih tinggi dari kuartal III/2019 sebesar neto US$4,85 miliar.

Adapun aliran modal asing ini ditopang dari sektor publik dan swasta terutama pada instrumen Surat Utang Negara (SUN) dan obligasi korporasi. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Asia TenggaraBank IndonesiaEkspor IndonesiaImpor IndonesiaKerjasama Indonesia-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.