• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Imbas Tiket Mahal, Industri Penerbangan Indonesia Kurang Progresif

by Redaksi Asiatoday
December 24, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Imbas Tiket Mahal, Industri Penerbangan Indonesia Kurang Progresif

Terminal 4 Bandara Soekarno Hatta. Foto : renderingindonesia.

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Industri penerbangan ditahun 2019 diakui kurang progresif. Jumlah penumpang pesawat diprediksi menurun 21,5 juta penumpang tahun ini.

Hal ini karena pada sepanjang 2019 jumlah penumpang diperkirakan hanya akan mencapai 90,5 juta atau turun 18 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 112 juta penumpang.

“Perjalanan 2019, situasi industri sedang mengalami turbulensi. Itu sudah terasa dari angkutan Natal 2018. Sampai akhir 2019 nanti, kita perkirakan ada penurunan penumpang 18 persen atau menjadi 90,5 juta orang,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II (persero) Muhammad Awaluddin melansir antara, Selasa (24/12/2019).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Penurunan jumlah penumpang itu terjadi di 16 bandara milik AP II. Bandara Soekarno-Hatta (Soet­ta), hingga awal Desember 2019, baru mencatat jumlah penumpang sebesar 54,2 juta orang. Padahal, periode yang sama tahun lalu mencapai 65,6 juta orang.

“Bandara Soetta itu salah satu bandara terpadat yang biasanya menyumbang jumlah penumpang total terbanyak jika dibandingkan dengan bandara lainnya,” tambahnya.

Direktur Teknik AP II Djoko Murdjatmodjo mengatakan penyebab penurunan karena pengaruh harga tiket mahal dan banyaknya infrastruktur transportasi lain yang sudah terbangun, yakni Tol Trans-Jawa dengan Tol Trans-Sumatra.

“Di dalam industri penerbangan, tidak hanya satu penyebabnya. Di seluruh dunia pun pergerakan turun. Kita kena imbas karena adanya isu yang diembuskan terkait harga tiket dan bagasi berbayar,” katanya.

Padahal, menurut dia, sejak dahulu dalam penerbangan berbiaya murah (LCC), bagasi memang tidak termasuk komponen harga tiket. Djoko menyebutkan daya beli masyarakat terpengaruh karena adanya tiket mahal dan bagasi berbayar itu.

Faktor lainnya, lanjut dia, membaiknya infrastruktur transportasi lain, seperti tol terutama untuk penerbangan di wilayah Jawa.

“Di Jawa, infrastruktur darat yang cukup membaik. Tol saat ini cukup tinggi. Di udara justru rendah. Di satu sisi kondisi memang bergerak,” katanya.

Meskipun mengalami penurunan, Awaluddin menyatakan pihaknya tetap optimistis di tahun depan kondisinya akan menjadi lebih baik. Kejadian serupa pernah terjadi pada 2008 sehingga AP II sudah bisa mengantisipasinya.

Ekosistem Pariwisata

Awaluddin juga memaparkan AP II beserta BUMN sarana dan prasarana transportasi udara serta transportasi lainnya akan tergabung dalam satu klaster di bawah holding ekosistem pariwisata.

Pembagian klaster itu, lanjutnya, berdasarkan kebutuhan pada pengembangan ekosistem itu. Dalam pariwisata, menurutnya, dibutuhkan aksesibititas, amenitas, dan juga atraction sehingga dibentuklah klaster berdasarkan kebutuhan tersebut.

Pihaknya pun sangat mendukung kebijakan Menteri BUMN. Menurutnya, bicara ekosistem berarti bicara target yang lebih komprehensif dimulai dari rencana pembangunan, investasi, penataan kawasan, dan lain-lain. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Angkasa PuraIndustri PenerbanganMaskapai Penerbangan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.