ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal mengalami peningkatan 53 persen di 2019. Dari jumlah itu, investor milenial berada dalam posisi teratas.
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan jumlah investor pasar modal per 27 Desember 2019 mencapai 2,47 juta investor. Sedangkan pada 2018 hanya mencapai 1,62 juta investor.
“Saat ini, jumlah investor sudah mencapai 2,48 juta SID (Single Investor Identification) atau naik 53 persen,” terang Inarno melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (31/12/2019).
Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal terdiri dari investor Reksa Dana sebanyak 1,76 juta, investor saham sebanyak 1,10 juta, dan investor surat berharaga negara sebanyak 316 ribu.
Inarno menyebutkan sebanyak 44,62 persen dari total investor tersebut merupakan investor milenial atau dibawah usia 30 tahun. Di kategori itu, tercatat aset yang dimiliki investor milenial mencapai Rp12,42 triliun.
Dari kategori pendidikan sebanyak 48,23 persen investor pasar modal merupakan lulusan starta 1. Sedangkan dari kategori pekerjaan, sebanyak 53,69 persen investor pasar modal merupakan pegawai swasta, pegawai negeri dan guru.
Dari data tersebut, Inarno menambahkan, BEI akan terus mengejar dan meningkatkan jumlah investor kalangan milenial. Ia melihat potensi mlineial masuk ke pasar modal masih sangat besar.
“Kita secara rutin melakukan sosilaisasi edukasi kepada kaum milenial,” jelasnya.
Di beberapa universitas, Inarno menyebutkan, BEI telah melakukan beberapa sosialisasi dan pengadaan galeri investasi.
“Kita lakukan sosialisasi kepada masyarakat, kepada mahasiswa. Kita juga memiliki galeri investasi yang kerja sama dengan universitas,” tandasnya. (ATN)
,’;\;\’\’
