• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Diplomat Corner

Para Duta Besar Indonesia Ditugaskan Galang Investasi Global

by Redaksi Asiatoday
August 5, 2022
in Diplomat Corner
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Para Duta Besar Indonesia Ditugaskan Galang Investasi Global

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Duta Besar Indonesia yang tersebar di seluruh dunia diperintahkan untuk memperkuat diplomasi ekonomi.

Selain duta perdamaian sebagaimana perannya selama ini, para duta besar juga harus mampu memainkan peran sebagai duta investasi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan hal itu saat memberikan arahan pada Rapat Kerja (Raker) Kepala Perwakilan Republik Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (09/01/2020).

RelatedPosts

Ramadan in Kuwait Under the Shadow of the Iran-Israel War

Indonesian Embassy in Riyadh Issues 7 Urgent Directives for Citizens in Saudi Arabia

Russia Distances Itself as Indonesia Joins Board of Peace

“Sebagai Duta investasi tetapi juga harus tahu investasi di bidang apa yang kita perlukan atau menjadi prioritas,” kata Presiden Jokowi, dalam keterangan tertulis setkab, Jumat (10/01/2020).

Sebagai Duta Investasi, lanjut Presiden, para duta besar harus tahu petrochemical Indonesia saat ini 85 persen masih impor, sehingga harus mendatangkan investasi cari produk-produk yang berkaitan dengan barang-barang substitusi impor, Petrokimia berkaitan dengan metanol misalnya.

Atau juga yang kedua, lanjut Presiden, yang berkaitan dengan energi karena kita ini masih impor banyak minyak dan gas. Hubungannya ke mana, lanjut Presiden, bagaimana agar impor energi ini bisa turun.

Terus investornya siapa? Menurut Presiden, investornya bisa saja, misalnya yang berkaitan dengan batu bara datangkan investor yang memiliki teknologi yang berkaitan batubara. Karena batu bara itu bisa diubah menjadi DME (Demethyl Ether) elpiji.

“Kita ini impor, elpiji kita ini impor semuanya sehingga investasi yang berkaitan dengan DME elpiji ini penting sekali, supaya kita tidak impor gas elpiji lagi. Karena material kita batu bara ini banyak sekali,” ungkap Presiden seraya menambahkan, negara-negara yang jago-jago yang berkaitan dengan ini siapa, ini yang dicari.

Investasi yang berkaitan dengan minyak lagi misalnya, dengan mengubah minyak kelapa kopra kita menjadi avtur.

“Cari investornya, raw material-nya ada, materialnya ada, dan barang ini memang bisa diubah menjadi avtur. Karena avtur kita juga impor, banyak sekali,” tutur Presiden.

Karena itu, Presiden Jokowi berharap para duta besar yang menjadi duta investasi itu mengincar, yang ditembak mana itu ngerti. Ia meyakinkan, kalau kita bisa memproduksi yang namanya B50, posisi tawar Indonesia terhadap semua negara akan bisa naik.

Jokowi juga menyampaikan bahwa jika Uni Eropa mau banned sawit Indonesia ya, tenang-tenang saja, dipakai sendiri saja. Ia menambahkan untuk apa harus diekspor ke sana?

“Strategi ini yang sedang kita bangun, strategi bisnis Negara, baru kita proses rancang implementasinya agar betul-betul tidak ada ketergantungan dengan negara-negara lain,” kata Presiden.

Menurut Presiden, kalau nanti bisa sampai kita ke B50 dan kita bisa produksi dengan baik, harga sawit ini sekarang sudah naik, meloncatnya sangat besar sekali.

Tapi kalau bisa masuk ke B50, menurut Presiden, betul-betul bisa mengendalikan, bukan pasar yang mengendalikan. Bargaining Indonesia, lanjut Presiden, akan semakin kuat kalau bisa menggunakan itu juga di dalam negeri dalam jumlah yang besar, sekaligus ekspor minyak menjadi anjlok turun.

Semua itu, lanjut Presiden, goal-nya adalah ke current account, defisit menjadi plus, tidak negatif. Kalau neraca transaksi berjalan sudah positif baik, menurut Presiden, saat itulah betul-betul baru merdeka, dengan siapapun berani karena tidak ada ketergantungan apapun mengenai sisi keuangan, sisi ekonomi.

“Itulah target kita dalam 3-4 tahun ke depan, arahnya ke sana,” tegas Presiden seraya menambahkan, bantuan dari para Duta Besar mengenai ini, mengenai urusan investasi, sebagai ‘duta investasi’ sangat penting sekali.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam laporannya mengatakan, Raker Kepala Perwakilan Indonesia di Luar Negeri diikuti oleh 131 kepala perwakilan dan para pejabat eselon I Kementerian Luar Negeri RI. Raker akan berlangsung hingga 11 Januari mendatang. (AT Network)

,’;\;\’\’

Tags: Duta Besar IndonesiaInvestasi GlobalKemenlu RIPresiden Jokowi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.