• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Polusi Udara di Bangkok Akibat Debu Halus Capai Puncak Tertinggi

by Redaksi Asiatoday
January 17, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Polusi Udara di Bangkok Akibat Debu Halus Capai Puncak Tertinggi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Polusi udara terburuk melanda Kota Bangkok, Ibukota negara Thailand, menghadapi polusi udara terburuk. Puncak kabut asap beracun akibat adanya partikel debu sangat halus yang dinamakan PM2.5 diperkirakan terjadi pada Kamis 16 Januari 2002.

Gubernur Bangkok, Aswin Kwanmuang menyampaikan peringatan dari Departemen Pengendalian Pencemaran (PCD) bahwa tingkat partikel debu PM2.5 yang berbahaya di udara kota akan mencapai puncak musiman selama jam sibuk malam hari Kamis (16 Jan).

PCD menyalahkan kondisi cuaca yang membuat polusi tersebut tidak dapat ditanggulangi. PCD juga menyarankan warga dan pengunjung untuk tinggal di dalam ruangan, memakai masker wajah saat berada di luar dan menghindari kendaraan yang mengeluarkan asap knalpot.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Aswin mengatakan tim medis keliling akan tersedia untuk menanggapi keadaan darurat pernapasan dan kru kota akan menyemprotkan air ke udara untuk mengurangi kabut asap.

“Operator kendaraan yang mengeluarkan asap padat akan didenda,” tegasnya, melansir The Star Online, Jumat (17/01/2020),

Polusi udara akibat partikel debu dengan diameter kurang dari 2,5 mikrometer (PM2.5) ini bukanlah yang pertama kalinya dialami oleh Thailand.

Pada Januari – Februari tahun lalu, tingkat partikel debu di negara tersebut juga melampaui batas aman dan menghancam kesehatan warga. Kadar polutan berbahaya yang semakin tinggi membuat sekitar 400 sekolah ditutup sementara waktu. Pemerintah berupaya menggulangi dengan cara menyemprotkan air. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: BangkokClimate CrisisClimate EmergencyGreen ClimatePolusiPolusi di AsiaPolusi UdaraThailand
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.