• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Gandeng Arrival, Hyundai Investasikan Rp1,5 Triliun Bangun Mobil Listrik Komersil

by Redaksi Asiatoday
January 18, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gandeng Arrival, Hyundai Investasikan Rp1,5 Triliun Bangun Mobil Listrik Komersil

ASIATODAY.ID, LONDON – Grup Hyundai, termasuk Hyundai dan Kia, menginvestasikan dana hingga USD111 juta atau sekitar Rp1,5 triliun kepada start up kendaraan listrik asal Inggris, Arrival.

Investasi Hyundai ini untuk memperkuat pengembangan kendaaraan listrik dalam menghadapi kebutuhan di masa mendatang. Ekspansi ini tidak hanya dilakukan di skala kendaraan penumpang namun sampai ke skala kendaraan komersial yang ramah lingkungan.

Pengembangan kendaraan komersial berteknologi listrik ini dilakukan dengan sepenuh hati dan komitmen yang cukup besar.

RelatedPosts

Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026

Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming

Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange

Langkah Grup otomotif asal Korea Selatan ini sebagai salah bentuk akselerasi riset kendaraan komersial bertenaga listrik. Atas suntikan dana yang diberikan, sebagai timbal baliknya baik Hyundai dan Kia akan mendapatkan akses ke platform Arrival.

Platform yang dikembangkan Arrival ini akan digunakan untuk mendukung pembuatan kendaraan listrik di masa depan. Hal tersebut merupakan bagian dari strategi rencana jangka menengah dan panjang Kia.

Kedua merek ini berencana memperkenalkan van listrik berukuran kecil dan menengah dengan harga bersaing. Mereka juga tengah mengembangkan produk untuk logistik, perusahaan angkutan, dan layanan antar-jemput sesuai permintaan.

Semua model tidak akan selalu jenis van, platform dapat disesuaikan untuk beberapa kategori dan jenis kendaraan sesuai dengan kebutuhan. Masih belum jelas kapan kendaraan ini akan turun ke jalan, tetapi Hyundai dan Kia mengatakan model ini akan dibangun dalam volume dan berdasarkan platform Arrival.

Kepala Riset dan Pengembangan Hyundai Motor Group, Albert Biermann, mengatakan pasar kendaraan listrik dan energi ramah lingkungan di Eropa diperkirakan tumbuh pesat karena diperkenalkannya peraturan lingkungan lebih lanjut.

“Melalui pengembangan bersama kendaraan komersial listrik dengan Arrival, kami dapat memperoleh keunggulan kompetitif dan secara progresif membangun kepemimpinan di pasar kendaraan ramah lingkungan global dengan Eropa sebagai yang terdepan,” jelasnya melansir Carscoops, Jumat (17/01/2020). (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: ArrivalHyundaiIndustri Mobil ListrikInvestasi Mobil ListrikKIAMobil Ramah Lingkungan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.