• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

13 BUMN dan 53 Negara Afrika Bertemu di Bali, Ini Agendanya

by Redaksi Asiatoday
July 25, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
13 BUMN dan 53 Negara Afrika Bertemu di Bali, Ini Agendanya 1

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memastikan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) akan digelar di Bali, 20-21 Agustus 2019.​

“Sesuai dengan mandat Presiden, dalam beberapa tahun terakhir ini, presensi kita di Afrika semakin kelihatan, tidak saja pada level diplomatic precence tetapi juga bussiness. Banyak sekali terobosan-terobosan ekspor, yang kita lakukan dengan Afrika”, ujar Menlu Retno saat jumpa pers bersama Menko Maritim di Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Pertemuan akan dihadiri para undangan dari korps diplomatik, antara lain, sejumlah Kedutaan Besar dan Konsul Kehormatan negara-negara Afrika di Jakarta serta pimpinan dan wakil dari 13 BUMN dan 3 perusahaan swasta.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Peserta yang hadir diperkirakan 700 orang dari 53 negara Afrika. Pertemuan diharapkan menghasilkan kesepakatan kongkret dengan Afrika.

Menlu tegaskan ada tiga langkah yang perlu diambil guna meningkatkan kerja sama dengan Afrika. Pertama, memperkuat infrastruktur perdagangan untuk menurunkan tarif dagang dengan Afrika, melalui pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) dengan berbagai negara dan entitas Afrika.

Kedua, memperkuat infrastruktur diplomasi di Afrika. “Tahun lalu kita memulai suatu hal yang baru, yaitu dengan menyelenggarakan Indonesia Africa Forum (IAF), yang hasilnya juga sangat baik. Dan tahun ini kita ingin fokus pada infrastruktur,” lanjut Menlu Retno.

Ketiga adalah meningkatkan aktivitas bisnis antara Afrika dengan Indonesia, salah satunya dengan memanfaatkan IAID 2019 di Bali, melalui penyelenggaraan empat kegiatan utama IAID, yaitu penandatanganan kesepakatan bisnis, pembahasan PTA, diskusi panel dan pameran bisnis.

Menlu Retno juga menggarisbawahi bahwa Indonesia adalah mitra yang bisa dipercaya oleh Afrika dan menekankan kerja sama ekonomi yang dilakukan adalah secara bersama-sama dan saling menguntungkan bagi Afrika dan Indonesia.

,’;\;\’\’
Tags: BaliIADIndonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.