• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

PBB Khawatir Virus Corona Picu Diskriminasi dan Pelanggaran HAM 

by Redaksi Asiatoday
February 5, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
PBB Diminta Buka Pintu Bagi Taiwan

United Nations (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Ist

ASIATODAY.ID, NEW YORK – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyuarakan keprihatinan dan kekhawatirannya tentang kemungkinan diskriminasi terhadap kelompok orang tertentu karena epidemi virus corona baru.

“Sangat mudah untuk pindah ke perspektif dimana cenderung ada diskriminasi, cenderung ada pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan cenderung ada stigma pada orang tak berdosa hanya karena etnis mereka,” kata Guterres dalam konferensi pers, melansir AFP, Rabu (5/2/2020).

“Kami minta solidaritas internasional yang kuat, serta dukungan yang kuat kepada China dalam situasi sulit ini, tetapi juga bagi negara-negara lain yang mungkin terkena dampak,” ujar Guterres.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

“PBB suarakan keprihatinan yang kuat untuk menghindari stigmatisasi orang-orang yang tidak bersalah dan yang mungkin menjadi korban dari situasi itu,” tuturnya.

Mengenai upaya China untuk membendung penyebaran virus corona, ia mengatakan China telah mengerahkan sumber daya yang sangat besar dan kapasitas yang sangat besar untuk merespons, sesuatu yang diakui PBB sepenuhnya.

Dia juga menggarisbawahi dukungan badan-badan PBB untuk mendukung China melawan epidemi, menunjuk pada pekerjaan yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“WHO telah sangat aktif berusaha mendukung China dan mendukung negara-negara lain dimana kasus telah dikembangkan,” jelasnya.

Selain itu, Organisasi Internasional untuk Migrasi dan Dana Anak-anak PBB (UNICEF)  juga cukup aktif dalam merespons epidemi ini.

Menurut Guterres, virus corona adalah sesuatu dengan dimensi, yang kadang-kadang sulit untuk sepenuhnya ditanggapi. Tetapi PBB meurut Guterres  menekankan bahwa pihaknya berusaha memobilisasi kapasitas dan sumber daya terbaik.

Hingga saat ini korban tewas akibat virus corona mencapai 493 dan korban terinfeksi mencapai 24.505 jiwa. Sementara jumlah korban yang berhasil disembuhkan mencapai 902 orang. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: China VirusUnicefUnited NationsVirus KoronaVirus PneumoniaWHOWuhan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.