• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Freeport Kurang ‘Bersinar’, Ekonomi Papua Minus

by Redaksi Asiatoday
February 6, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
PT Freeport Indonesia Sumbang PNPB Rp4,2 Triliun Pada 2019

Kawasan Industri PT Freeport Indonesia di Papua. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi di Papua kurang bergairah dalam satu tahun terakhir. Pasalnya, pada 2019, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) di daerah itu tercatat -15,72 persen.

Menurut Kepala BPS Suhariyanto, Papua dan Maluku hanya memberikan kontribusi 2,24 persen terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) 2019 yang sebesar 5,02 persen. Papua dan Maluku ekonominya tumbuh minus 7,4 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Papua mengalami kontraksi 15,72 persen,” jelas Suhariyanto di kantor BPS, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2020).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Dikatakan, sejak akhir 2018, ekonomi Papua selalu tumbuh negatif. Di kuartal IV-2018, pertumbuhannya minus 17,95 persen setelah ditiga kuartal sebelumnya tumbuh masing-masing sebesar 6,20 persen di kuartal tiga, 23,89 persen di kuartal II, dan 26 persen di kuartal I.

Pertumbuhan negatif berlanjut di kuartal I tahun 2019 yang sebesar minus 18,66 persen, kuartal II minus 23,91 persen, kuartal II minus 15,05 persen dan kuartal IV minus 3,73 persen.

Suhariyanto menjelaskan, kontraksi tersebut disebabkan adanya peralihan kegiatan tambang Freeport dari tambang terbuka menjadi tambang bawah tanah (underground mining). Peralihan tersebut menyebabkan produksi tembaga dan emas Freeport turun.

“Penyebab utama turunnya ekonomi Papua adalah Freeport. Penurunan produksi karena ada sistem tambang yang menyebabkan papua mengalami kontraksi yang cukup dalam -15 persen pada 2019,” papar Suhariyanto.

Dari catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) perusahaan yang diajukan terjadi penurunan target produksi Freeport dari 2018 sejalan dengan adanya transisi tambang Grasberg ke tambang bawah tanah.

Menurut Direktur Mineral Yunus Saefulhak, pada 2018 realisasi produksi bijih tembaga mentah atau ore mencapai 270 ribu ton per hari dengan jumlah produksi konsentratnya mencapai 2,1 juta ton dalam setahun.

Dari produksi konsentrat tersebut sebanyak 1,2 juta ton diperuntukan untuk ekspor sedangkan 800 ribu tonnya disalurkan ke PT Smelting Gresik untuk dilakukan pemurnian dan pengolahan.

Yunus mengatakan produksi konsentrat Freeport pada 2019 diperkirakan hanya 1,2 juta ton. Dari jumlah tersebut 200 ribu ton akan diekspor dan satu juta ton akan diolah di PT Smelting Gresik.

Pertumbuhan Tinggi

Sementara itu, daerah yang memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi tertinggi masih didominasi oleh Jawa dan Sumatera. Provinsi Jawa menyumbang 59 persen terhadap PDB dengan pertumbuhannya sebesar 5,52 persen.

Disusul oleh Sumatera yang berkontribusi 21,32 persen terhadap PDB dengan pertumbuhan sebesar 4,57 persen. Adapun Kalimantan dan Sulawesi kontribusi masing-masing 8,05 persen dengan pertumbuhan 4,99 persen dan 6,33 persen dengan pertumbuhan 6,65 persen.

“Sepanjang 2019 provinsi Jawa dan Sumatera memberikan kontribusi terbesar kepada perekonomian Indonesia. Pulau Jawa terbesar DKI Jakarta sumbangannya 9,94 persen, Jatim, dan Jabar. Itu tiga kota tertinggi di Jawa,” tandasnya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: FreeportFreeport IndonesiaPapuaPertumbuhan EkonomiPT Freeport Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.