• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CULTURE

Indonesia Juara Keragaman Bahasa Tingkat Internasional

by Redaksi Asiatoday
February 24, 2020
in CULTURE
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Juara Keragaman Bahasa Tingkat Internasional

Kemendikbud dan UNESCO gelar taklimat media bahasa, untuk melestarikan bahasa di Indonesia. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia dinobatkan sebagai negara dengan kemampuan berbahasa paling beragam di dunia. Hal itu merujuk dari hasil Survei yang dilakukan oleh Info Graphic Journal.

Menurut Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud, Dadang Sunendar, setidaknya masyarakat Indonesia mampu menguasai tiga bahasa, diantaranya bahasa Indonesia, jawa dan Inggris.

“Kemampuan ini tidak terlepas dari banyaknya ragam bahasa yang ada di Indonesia. Inilah yang harus kita jaga, multibahasa yang membawa pada kebhinekaan,” terang Dadang dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (24/2/2020).

RelatedPosts

Lunar New Year Meets Betawi Roots: Cultural Fusion Lights Up Jakarta’s Heart

New Agreement Boosts Saudi-China Academic and Cultural Dialogue

Indonesia’s Minister of Culture Condemns Nickel Mining in Raja Ampat

Dadang merinci, kemampuan multibahasa Indonesia diikuti oleh Israel di peringkat ke dua dan Spanyol di peringkat ketiga.

Dalam catatan surveyor, 17,4 persen orang Indonesia memiliki kemampuan multibahasa. Sementara Israel 11,4 persen dan Spanyol 10,4 persen.

Untuk peringkat keempat ada Belanda dengan kemampuan multibahasa 10,1 persen dan Swedia 9,7 persen. Dadang ingin kemampuan ini terus dipertahankan Indonesia sebagai bentuk keragaman.

“Strategi menjaga meleestarikan bahasa daerah, kami bekerja sama dengan Pemda. Bahwa pemerintah pusat wajib melindungi dan mengembangkan bahasa, pemda juga wajib membina,” jelas Dadang.

Selanjutnya, dibutuhkan juga kerja sama dengan tokoh adat maupun tokoh masyarakat. Pihak Kemendikbud sendiri telah melakukan penelitian pada bahasa daerah ini sejak 1991 dan berhasil menemukan 718 bahasa daerah. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Budaya IndonesiaCulture IndonesiaInfo Graphic JournalKemendikbud
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.