• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia – Belanda Sepakati Kerja Sama Ekonomi USD1 Miliar

by Redaksi Asiatoday
March 10, 2020
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Indonesia – Belanda Sepakati Kerja Sama Ekonomi USD1 Miliar

Pernyataan Pers Bersama Presiden Republik Indonesia (RI) dengan Raja Belanda di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (10/3). Foto: Humas/Fitri

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia mendapat kehormatan dikunjungi oleh Raja beserta Ratu Belanda, Yang Mulia (Y.M) Raja Willem-Alexander beserta Y.M Ratu Maxima.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana menyambut kedatangan keduanya dengan upacara kenegaraan di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (10/3/2020).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa Belanda adalah salah satu mitra penting Indonesia di Eropa, salah satu mitra strategis di bidang perdagangan, investasi, dan pariwisata.

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

”Di kawasan Eropa, Belanda merupakan mitra dagang Indonesia terbesar kedua, mitra investasi terbesar pertama, dan mitra pariwisata terbesar keempat. Saya menyambut baik kunjungan Sri Baginda yang juga disertai pengusaha Belanda dalam jumlah yang besar,” kata Presiden Jokowi pada saat Pernyataan Pers Bersama Presiden Republik Indonesia (RI) dengan Raja Belanda di Istana Kepresidenan Bogor, sebagaimana keterangan tertulis setkab.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa kunjungan Raja Willem-Alexander beserta Ratu Maxima dan delegasi Belanda ke Indonesia adalah yang pertama dilakukan Kepala Negara Kerajaan Belanda sejak 25 tahun yang lalu.

”Dan dalam kunjungan kenegaraan tahun 1995 yang lalu, Raja Willem-Alexander sebagai putra mahkota ikut mendampingi Ratu Beatrix ke Indonesia. Dengan demikian, ini bukan merupakan kunjungan pertama beliau ke Indonesia,” kata Presiden ke-7 RI.

Kepala Negara juga menyampaikan sering bertemu dan melakukan pembicaraan dengan Ratu Maxima dalam kapasitas sebagai Penasihat Khusus Sekjen PBB untuk Urusan Keuangan Inklusif. Tahun ini, lanjut Presiden, Indonesia merayakan 75 tahun kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

”Di 75 tahun usianya, Indonesia terus berusaha menjadi bagian penyelesaian masalah dunia, berusaha terus berkontribusi bagi perdamaian dan kesejahteraan dunia. Kita menyaksikan dunia yang dipenuhi dengan ketidakpastian, dunia yang dipenuhi dengan dinamika yang sangat tinggi,” tuturnya. Ketidakpastian tersebut, menurut Presiden, dapat dikurangi jika negara-negara di dunia melakukan kerja sama yang saling menguntungkan dan yang saling menghormati.

”Perdamaian dan stabilitas dunia dapat tercapai jika negara di dunia melakukan hubungan berdasarkan penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara lain. Dan saya ingin mengajak Sri Baginda untuk membangun sebuah hubungan yang kuat berdasarkan prinsip-prinsip tersebut,” katanya.

Selama kunjungan Raja Belanda, menurut Presiden, kedua negara telah melakukan penandatanganan berbagai kerja sama antarpemerintah.

”Beberapa kerja sama yang baru yang penting antara lain keberkelanjutan kerja sama dalam isu women, peace, and security, kemudian kerja sama pengelolaan pengendalian penyakit menular,” Presiden menjelaskan.

Selain itu, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa ada sejumlah kerja sama antarbisnis juga dilakukan dengan nilai yang cukup besar, mencapai kurang lebih USD1 miliar.

”Saya ingin menyampaikan bahwa kita tentu tidak dapat menghapus sejarah, namun kita dapat belajar dari masa lalu. Kita jadikan pelajaran sejarah tersebut untuk meneguhkan komitmen kita membangun sebuah hubungan yang setara, yang saling menghormati, dan saling menguntungkan,” pungkas Presiden di akhir pernyataan.

Usai menyampaikan keterangan pers bersama, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana melihat keris yang terdapat dalam kotak kaca. Keris tersebut merupakan benda pusaka yang dikembalikan oleh Pemerintah Belanda kepada Indonesia. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Asia EropaKerjasama Indonesia-BelandaPresiden JokowiRaja Willem-Alexander
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.