ASIATODAY.ID, LIVERPOOL – Liverpool harus menerima kenyataan pahit dan mengakui kehebatan Atletico Madrid usai dibungkam dengan skor meyakinkan 3-2 pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2019-2020.
Kemengan Liverpool yang sudah didepan mata, tiba-tiba berubah drastis dan berbalik arah setelah Atletico Madrid membalikkan keadaan. Fans Liverpool yang memenuhi stadion anfield yang tadinya sudah siap berpesta, bungkam menyaksikan fakta itu. Mereka terdiam dan menangis dengan kekalahan yang tidak terduga.
Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, bahkan sampai kehabisan kata-kata usai timnya tersingkir.
Langkah The Reds, sang juara bertahan Liga Champions itu harus terhenti setelah mereka gagal memanfaatkan laga kandang di leg kedua ini.
“Saya mencari kata-kata yang tepat untuk menggambarkan situasi saat ini. Kesalahan utama kami adalah tidak mencetak gol kedua dalam 90 menit tetapi dalam waktu tambahan. 90 menit itu luar biasa, para pemain memainkan permainan yang luar biasa. Anda melihat semua gol yang kami kebobolan, sulit untuk menjelaskan permainan ini,” ujar Klopp, melansir dari laman resmi UEFA, Kamis (12/3/2020).
Klopp sendiri mengakui kalau kondisi fisik para pemainnya cukup terkuras, terutama di babak tambahan. Hal itu yang memuat gaya bermain Liverpool tidak sebaik pada babak pertama. Umpan silang yang kerap mengancam gawang Atletico pun perlahan hilang.
“Setelah gol kedua, kedua kaki sedikit lelah. Segala sesuatu yang terlihat sangat alami pada 90 menit pertama menjadi agak kaku. Umpan-umpan silang kami juga tidak memiliki kualitas yang sama. Kami menginginkan umpan silang pertama kali seperti yang kami miliki untuk gol pertama. Yang brilian, dan para pemain kehilangan konsentrasi untuk melakukan itu,” tandasnya.
Taktik Sempurna
Tak bisa dipungkiri, racikan taktik yang sempurna, dari sang pelatih Diego Siemone lah yang mengantarkan Atletico Madrid membungkam Liverpool.
Bertamu ke Anfield Stadium, Kamis (12/3/2020) dini hari WIB, Atletico sempat tertinggal lebih dulu di babak pertama. Tidak ada gol tambahan di babak kedua membuat pertandingan kemudian berlanjut ke babak tambahan setelah kedua tim sama kuat secara agregat gol.
Akan tetapi, dua gol Maros Llorente dan sebiji gol Alvaro Morata di babak tambahan membuat Atletico benar-benar membuat fans Liverpool menangis dan mengubur harapan sang juara bertahan untuk melanjutkan perjuangan mereka di Liga Champions musim ini.
“Saya sangat senang untuk tim dan klub. Kami kembali di delapan tim terbaik di Eropa dan telah mengalahkan tim lawan yang luar biasa. Mereka brilian, dengan kerumunan mereka mendorong seperti yang mereka lakukan, tetapi kami mampu melewati Itu,” ujar Simeone, melansir dari laman resmi UEFA, Kamis (12/3/2020).
“Dalam sepakbola, Anda perlu membuat hidup lebih sulit bagi lawan. Kami berusaha menekan mereka dengan Costa, Félix dan Correa. Kami tidak pernah menyerah di babak kedua, kami mendapatkannya 2-1 dan kami merasakan sesuatu di dalam diri kami ketika itu berada di situasi itu,” lanjutnya.
Kemenangan 3-2 yang diraih Atletico atas Liverpool sekaligus memastikan langkah mereka ke babak perempatfinal Liga Champions 2019-2020. Los Rojiblancos unggul 4-2 secara agregat setelah sebelumnya juga berhasil menumbangkan Liverpool 1-0 di leg pertama. (ATN)
,’;\;\’\’
