• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Bangkok Lockdown, Pekerja Migran Bertumpuk di Pintu Keluar Perbatasan

by Redaksi Asiatoday
March 24, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bangkok Lockdown, Pekerja Migran Bertumpuk di Pintu Keluar Perbatasan

Para pekerja migran yang hendak keluar dari Thailand. Ist

ASIATODAY.ID, BANGKOK – Kebijakan Pemerintah Thailand menerapkan lockdown Kota Bangkok sebagai antisipasi penyebaran pandemi global wabah covid-19, membuat para pekerja migran akhirnya meninggalkan kota.

Para pekerja migran asal Laos dan Vietnam bertumpuk di sejumlah titik perbatasan untuk pada Senin (23/3/2020).

Titik perlintasan di wilayah Nakhon Phanom, Thailand menjadi tujuan para pekerja migran asal Bangkok, yang menumpang bus. Wilayah ini berbatasan langsung dengan provinsi Khammouane, Laos dengan jalur penyeberangan utama melalui titik Jembatan Persahabatan.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Kegiatan perlintasan perbatasan akhirnya harus dibuka sementara waktu, untuk mengurangi penumpukan pekerja migran yang ingin menuju Laos.

Sebelumnya, otoritas setempat sudah mengeluarkan kebijakan menutup titik perbatasan demi mencegah impor kasus dari warga luar yang terinfeksi virus corona.

Sejumlah bus diizinkan untuk melanjutkan perjalanan secara khusus menuju wilayah Laos pada Senin waktu setempat seperti dilansir Bangkok Post.

Seluruh bus tersebut hanya diperkenankan untuk mengangkut para pekerja migran, tanpa pengecualian. Sehingga para turis maupun penumpang reguler tidak dapat mengambil kesempatan untuk melewati garis perbatasan.

Pusat perkantoran, titik keramaian, dan pusat perbelanjaan di Bangkok disebut menutup seluruh aktivitas setelah kebijakan lockdown diterapkan. Pegawai sejumlah perusahaan juga memilih untuk kembali ke kawasan asal untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

Wilayah seperti Chiang Mai, Nakhon Ratchasima, dan Udon Thani yang menjadi kawasan asal para pekerja juga mempertimbangkan ikut melakukan lockdown.

Perintah untuk melakukan isolasi massal kepada warga sendiri akan berjalan dalam kurun waktu 14 hari ke depan. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: BangkokCorona AsiaCOVID-19LockdownThailand
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.