• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 27, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Bangkok Lockdown, Pekerja Migran Bertumpuk di Pintu Keluar Perbatasan

by Redaksi Asiatoday
March 24, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bangkok Lockdown, Pekerja Migran Bertumpuk di Pintu Keluar Perbatasan

Para pekerja migran yang hendak keluar dari Thailand. Ist

ASIATODAY.ID, BANGKOK – Kebijakan Pemerintah Thailand menerapkan lockdown Kota Bangkok sebagai antisipasi penyebaran pandemi global wabah covid-19, membuat para pekerja migran akhirnya meninggalkan kota.

Para pekerja migran asal Laos dan Vietnam bertumpuk di sejumlah titik perbatasan untuk pada Senin (23/3/2020).

Titik perlintasan di wilayah Nakhon Phanom, Thailand menjadi tujuan para pekerja migran asal Bangkok, yang menumpang bus. Wilayah ini berbatasan langsung dengan provinsi Khammouane, Laos dengan jalur penyeberangan utama melalui titik Jembatan Persahabatan.

RelatedPosts

Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow

Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response

Indonesia Targets Chinese Steel Firm in Surprise Tax Raid

Kegiatan perlintasan perbatasan akhirnya harus dibuka sementara waktu, untuk mengurangi penumpukan pekerja migran yang ingin menuju Laos.

Sebelumnya, otoritas setempat sudah mengeluarkan kebijakan menutup titik perbatasan demi mencegah impor kasus dari warga luar yang terinfeksi virus corona.

Sejumlah bus diizinkan untuk melanjutkan perjalanan secara khusus menuju wilayah Laos pada Senin waktu setempat seperti dilansir Bangkok Post.

Seluruh bus tersebut hanya diperkenankan untuk mengangkut para pekerja migran, tanpa pengecualian. Sehingga para turis maupun penumpang reguler tidak dapat mengambil kesempatan untuk melewati garis perbatasan.

Pusat perkantoran, titik keramaian, dan pusat perbelanjaan di Bangkok disebut menutup seluruh aktivitas setelah kebijakan lockdown diterapkan. Pegawai sejumlah perusahaan juga memilih untuk kembali ke kawasan asal untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

Wilayah seperti Chiang Mai, Nakhon Ratchasima, dan Udon Thani yang menjadi kawasan asal para pekerja juga mempertimbangkan ikut melakukan lockdown.

Perintah untuk melakukan isolasi massal kepada warga sendiri akan berjalan dalam kurun waktu 14 hari ke depan. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: BangkokCorona AsiaCOVID-19LockdownThailand
No Result
View All Result

Terbaru

  • Limp Bizkit Names Malaysia as Its Only Asia Stop for 2026, Positioning Kuala Lumpur as Regional Rock Capital
  • Indonesia Targets Global Seafood Investment as Fishery Exports Reach US$6.27 Billion
  • Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow
  • Final Hours to Predict the 2026 World Cup Champion: Mansion Sports FC Offers IDR100 Million Prize
  • Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.