• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Cegah Defisit, Manajemen Garuda Terapkan Efisiensi

by Redaksi Asiatoday
July 27, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pemerintah Minta China Turunkan Beban Sewa Pesawat Garuda

Garuda Indonesia jenis Boeing 777 300ER. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Berbagai terobosan terus diupayakan oleh manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk demi mencegah terjadinya defisit.

Salah satunya melalui kebijakan efisiensi biaya. Langkah ini dilakukan dengan cara memperpanjang jangka waktu sewa pesawat dan mengurangi utilisasi (ketergunaan) pesawat.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia, Fuad Rizal, mengatakan perseroan telah memperpanjang masa sewa 15 pesawat dan berhasil memperoleh pengurangan harga sewa hingga 30 persen.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

“Pesawat yang diperpanjang posisi 2018/2019 yang tiga atau empat tahun ke depan akan jatuh tempo. Saat ini sudah ada 10 unit-15 unit pesawat yang diperpanjang,” ujarnya di Kantor Pusat Garuda Indonesia, Tangerang, Sabtu (27/7/2019).

Menurut Fuad, sebagian pesawat yang dimiliki perseroan berasal dari operating lease (sewa operasi). Pada saat masa sewa berakhir, pesawat akan dikembalikan kepada lessor (perusahaan pemberi sewa).

“Kami bisa menghemat biaya 25 persen-30 persen dengan memperpanjang masa sewa pesawat. Saat ini kami sedang negoisasi perpanjang masa sewa pesawat dengan ICBC Leasing,” jelasnya.

Dengan memperpanjang masa sewa pesawat kata dia, mendorong upaya perseroan untuk mengurangi utang jangka pendek.

“Kami berencana mengurangi porsi utang jangka pendek dengan reprofilling balance sheet, utang jangka panjang lebih besar dari utang jangka pendek karena lebih menarik investor,” jelasnya.

Sementara langkah pengurangan pesawat, menurut Fuad, perseroan dapat menghemat pengeluaran bahan bakar sekitar lima persen pada triwulan I 2019. “Sejak Januari biaya bahan bakar naik 20 persen tapi bahan bakar kita optimalkan produktivitas. Kami tidak lagi menggeber utilisasi pesawat tapi disesuaikan dengan permintaan pada jam sibuk,” paparnya.

Fuad menambahkan perseroan juga mengurangi frekuensi penerbangan di sejumlah rute sepi. Langkah ini sangat efektif untuk menekan pengeluaran dari sisi bahan bakar.

“Kami mengurangi jam kurang ramai (frekuensi), sehingga volume bahan bakar yang keluar lebih sedikit dari tahun sebelumnya,” tandasnya. (Lis)

,’;\;\’\’
Tags: Garuda IndonesiaMaskapai GarudaUtang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.