• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

PISA: Selain Prestasi Rendah, 16 Persen Pelajar di Indonesia Tinggal Kelas

by Redaksi Asiatoday
April 3, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
UNDP : IPM Indonesia Membaik di Asia Pasifik, Ketimpangan Masih Tajam

Anak-anak di Kabupaten Kolaka Timur harus menyeberangi sungai untuk sekolah. Infrastruktur yang belum merata jadi kendala. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Berdasarkan hasil survei Programme for International Student Assesment (PISA), ada tiga permasalahan pokok pendidikan di Indonesia.

Selain tingginya tingkat ketidakhadiran pelajar di sekolah, tingkat tinggal kelas pelajar juga sangat tinggi.

“Ada tiga permasalahan utama yang harus diatasi. Salah satunya tingginya ketidakhadiran siswa di kelas. Itu akan mengacu pada hasil PISA,” kata Jokowi pada rapat terbatas peningkatan pendidikan Indonesia, Jum’at (3/4/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Selain tingginya angka ketidakhadiran, siswa Indonesia juga masih banyak yang tinggal kelas. Persentase siswa mengulang kelas ini mencapai 16 persen dari total jumlah siswa di Indonesia.

“Angka ini 5 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata di negara-negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) atau Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi,” jelas Jokowi.

Jokowi mengatakan, masalah lain membuat hasil PISA Indonesia merosot adalah besarnya persentase siswa yang berprestasi rendah.

Menurut Jokowi, Indonesia harus mampu meningkatkan kesempatan sekolah pada anak usia 15 tahun.

“Diperlukan upaya lebih besar menekan siswa berprestasi rendah hingga berada di kisaran 15 sampai 20 persen di 2030,” terangnya.

Presiden menginstruksikan jajarannya untuk melakukan perbaikan sektor pendidikan dengan segera, mulai dari aspek regulasi, anggaran, hingga masalah administrasi.

“Ke depan administrasi guru harus dibenahi, jadi guru sekarang ini tidak fokus dalam kegiatan belajar mengajar, tapi lebih banyak dipakai untuk hal-hal yang berkaitan dengan administrasi,” lanjutnya.

Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi juga diminta untuk dibenahi. Begitu pula dengan lingkungan belajar.

“Termasuk pembentukan motivasi belajar, menekan tindakan perundungan di sekolah,” tandasnya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: PendidikanPISAPresiden JokowiProgramme for International Student Assesment
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.