ASIATODAY.ID, JAKARTA – Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, Jawa Timur, menemukan lima senyawa yang akan diteliti lebih lanjut untuk dikembangkan sebagai obat antivirus corona (Covid-19).
Lima senyawa ini diklaim lebih kuat daripada Avigan dan Chloroquine yang telah beredar.
“Ini lebih stabil ikatannya. Kalau dibuat bentuk permukaan, ini seperti kunci dan anak kunci, Avigan juga untuk virus, tapi kurang masuk ke katalitik yang lebih sempurna,” terang Ketua Pusat Riset Rekayasa Molokeul Hayati Unair, Ni Nyoman Tri Puspaningsih dalam keterangan tertulis Senin (6/4/2020).
Dikatakan, lima senyawa itu di antaranya Favipirafir, Chloroquine, Hesperitin, Nafamostat, dan Hesperidin. Model lima senyawa ini menjadi bahan terkuat untuk digunakan sebagai bahan obat Covid-19.
Menurut Ni Nyoman, ketika akan diracik sebagai obat, lima senyawa ini masih perlu melalui beberapa tahap lagi. Pihaknya harus berkolaborasi dengan Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang dibentuk Kemenristek/BRIN.
“Kami akan berkolaborasi dengan konsorsium terkait obat-obatan, farmakologi, farmasi, kedokteran dan harus diuji lagi,” jelasnya.
Ni Nyoman menerangkan, lima senyawa ini tidak semuanya baru. Beberapa sudah menjadi koleksi Unair saat bekerja sama dengan Shanghai Teknologi University.
“Bahkan untuk jurnal senyawa sudah ada yang terbit. Terdapat 132 senyawa dan lima ini yang positif baik,” paparnya.
Nyoman mengungkapkan, sejak bulan Februari pihaknya terus mengembangkan penelitiannya. Tak hanya untuk obat, Unair juga mengembangkan Alat Pelindung Diri (APD) dan disinfektan disaat yang bersamaan.
Unair juga mengembangkan alat tes cepat (rapid test) yang lebih canggih dari yang sudah digunakan saat ini.
Menurut Ni Nyoman, alat rapid test yang digunakan masih belum maksimal. Alat yang kini tersebar itu disebut hanya mampu mendeteksi imunitas seseorang.
“Kami akan masuk pada alat rapid test yang bisa membaca spesifik dari virusnya, dan bisa digunakan di daerah-daerah,” tandasnya. (ATN)
