• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Dampak Tumpahan Minyak Pertamina, Petani Tambak Kehilangan Pencarian

by Redaksi Asiatoday
July 29, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ICEL Desak Pertamina Periksa Kesehatan Masyarakat Pesisir Karawang

ASIATODAY.ID, KARAWANG – Dampak tumpahan minyak di sumur YYA-1 Blok Offshore North West Jawa (ONWJ) milik PT Pertamina, kini mulai menimbulkan dampak bagi kehidupan masyarakat di pesisir Karawang Utara, Jawa Barat.

Sejumlah petani tambak kini mulai kehilangan mata pencarian akibat terkena dampak limbah minyak itu.

“Ikan-ikan banyak yang mati akibat terpapar minyak,” ujar Aceng, salah satu petambak ikan, di Sungai Buntu, Minggu (28/7/2019).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Untuk menghindari kerugian yang lebih besar kata dia, para petambak di wilayah itu terpaksa melakukan panen lebih awal, kendati belum waktunya.

“Kami terpaksa harus menyelamatkan ikan-ikan yang masih hidup, karena kebanyakan yang mati baru berusia 3 minggu,” terangnya.

Para petambak berharap, pihak Pertamina dan Pemerintah bertanggungjawab mengganti kerugian mereka.

“Sekarang yang kami pikirkan, bagaimana membebaskan tambak kami dari keberadaan limbah minyak ini,” imbuhnya.

Merespon masalah yang dialami warganya itu, Bupati Karawang Cellica Nurachadiana mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina akibat kerugian yang dialami petani tambak dan nelayan yang terkena imbas bocornya kilang minyak di pesisir pantai utara Karawang.

“Kita sudah koordinasi dan menekankan kepada pihak Pertamina untuk memberikan ganti rugi dan kompensasi kepada nelayan yang tersebar di 7 desa,” kata Cellica.

Menurut Bupati, berdasarkan data Badan Penanggunalangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, sudah ada 7 desa yang terkena dampak tumpahan minyak tersebut, utamanya yang berada di pesisir pantai Karawang hingga Bekasi.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mengaku menyiapkan kompensasi bagi warga di pesisir Karawang, Jawa Barat, yang terdampak tumpahan minyak akibat kebocoran di anjungan migas YYA-1 lepas pantai Laut Jawa area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ).

“Nanti penggantian pasti akan dilakukan sesuai dengan prosedur dan sesuai dengan kesepakatan yang dilakukan,” ujar VP Corporate Communication PT Pertamina Fajriyah Usman dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Dikatakan, Pertamina juga bahkan telah membangun sejumlah posko sebagai saluran pengaduan bagi warga yang terdampak.

Disinggung mengenai besaran kompensasi yang akan diberikan, pihaknya masih menyiapkan formulasi yang pas dan proses penyaluran dilakukan dengan menghimpun pengaduan melalui kelompok masyarakat.

“Kalau memang ada kerugian dari masyarakat sekitar yang terdampak, nanti pengaduan itu bisa ditampung oleh kelompok masyarakat dan disampaikan ke kami,” imbuhnya.

Pertamina juga akan memberikan kompensasi bagi nelayan maupun masyarakat terutama yang turut serta membantu membersihkan tumpahan minyak yang ada di sekitar bibir pantai.

Kompensasi tersebut diberikan untuk mengganti kerugian akibat gagal melaut karena adanya tumpahan minyak. Selain itu, mereka juga dilarang beraktivitas di laut untuk sementara waktu.

“Kalau aktivitas nelayan terhenti karenanya kami mengerahkan mereka juga untuk membersihkan itu karena cukup membantu mata pencaharian mereka,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Dampak Lingkungan Tumpahan MinyakTumpahan Minyak
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.