• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investasi Smelter di Indonesia Terhambat Pandemi Covid-19

by Redaksi Asiatoday
May 3, 2020
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Smelter Amman Mineral Ditarget Beroperasi 2022

Lokasi tambang PT AMMAN MINERAL. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pandemi coronavirus (Covid-19) di Indonesia kian menimbulkan dampak luas, tak terkecuali investasi smelter.

Pasalnya, proyek pembangunan smelter yang tengah dirintis oleh sejumlah korporasi kini harus tertunda.

Dua perusahaan besar yang mengalami hambatan yakni, PT Amman Mineral Nusa Tenggara dan PT Freeport Indonesia (PTFI). Kedua perusahaan bahkan telah mengajukan permohonan kepada pemerintah agar ada penundaan jadwal penyelesaian proyek smelter dari target sebelumnya.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Untuk pembangunan smelter PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), rencananya anak usaha Grup Medco ini akan menggelontorkan investasi senilai Rp20 triliun.

‘’Total investasi smelter rencananya sekitar Rp20 triliun. Kalau konstruksinya lima semester atau 2,5 tahun, maka sekitar Rp4 triliun per semester. Puncaknya nanti 2021. Kalau awal-awal masih kecil, pada 2021 itu realisasinya akan besar,’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Dr. H. Amry Rakhman, M. Si, dalam keterangannya, Minggu (3/5/2020).

Amry menjelaskan, lahan untuk pembangunan smelter sudah siap. Sekarang tinggal menunggu situasi normal kembali dari pandemi virus Corona.

Dalam proses menuju pembangunan fisik, sedang berjalan proses administrasi untuk penerbitan izin Hak Guna Bangunan (HGB) ke BPN, baik pusat dan daerah sesuai kewenangannya.

‘’Izin lokasi sudah, HGB lagi berproses,’’ terangnya.

Untuk mengawal percepatan pembangunan smelter ini, Pemerintah Pusat dan daerah kata dia, akan membuat tim teknis yang terdiri dari berbagai unsur.

Ia mengatakan, pembangunan smelter di KSB sudah masuk dalam proyek strategis nasional. Kawasan industri smelter yang ada di KSB masuk dalam 27 kawasan industri yang prioritas diwujudkan dalam beberapa tahun mendatang.

Amry menyebut kawasan industri yang ada di KSB luasnya 1.200 hektare. Terdiri dari 850 hektare lebih untuk industri smelter dan industri turunannya. Sedangkan 350 hektare diperuntukkan bagi IKM/UKM yang menjadi pendukung industri besar yang ada di dalam kawasan industri tersebut.

Khusus untuk pembangunan smelter, lahan yang dibutuhkan sekitar 150 hektare. Mengenai industri turunannya, Amry mengatakan AMNT sudah menjalin komunikasi dengan PT. Pupuk Indonesia dan PT. Semen Indonesia. Industri turunannya ini akan menyusul setelah adanya bahan baku yang diolah di kawasan tersebut.

‘’Sekarang sudah 52 persen dari 850 hektare lahan kawasan itu sudah dibebaskan,’’ sebutnya.

Head of Corporate Communication PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) Kartika Oktaviana mengatakan terhambatnya progress pembangunan smelter ini karena sebagian besar mitra bisnis yang menunjang progress smelter ini berasal dari berbagai negara yang terjangkit Covid-19 dan menerapkan lockdown.

“Ini tentu menyebabkan progress smelter menjadi terhambat,” ujarnya.

Amman pun telah menyampaikan secara resmi kepada Kementerian ESDM mengenai hambatan yang dihadapi dalam pembangunan smelter.

“Kami tetap berupaya untuk melakukan yang terbaik agar progres tetap sesuai dengan rencana yang ditetapkan pemerintah. Keputusan ada di tangan kementerian ESDM,” terangnya.

Adapun target yang tercantum dalam dokumen perencanaan smelter untuk bulan Januari 2020 adalah sebesar 24,668 persen.

Berdasarkan  hasil evaluasi progres  enam bulanan hingga periode Januari 2020, Amman Mineral telah berhasil mencapai kemajuan sebesar 22,974 persen atau sekitar 93,13 persen dari target untuk periode Januari 2020.

Sementara PT Freeport Indonesia telah lebih dulu mengajukan penundaan pembangunan smelter kepada pemerintah hingga satu tahun kedepan.

Sesuai target, penyelesaian smelter  Freeport dipatok paling lama pada Desember 2023 atau 5 tahun setelah terbitnya Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pada 23 Desember 2018.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot mengungkapkan ada surat dari sejumlah perusahaan yang melaporkan kendala dalam pembangunan smelter.

Namun demikian, pihaknya tidak menjelaskan lebih lanjut perihal detail pelaporan kendala tersebut. Adapun surat tersebut merupakan laporan kendala pembangunan smelter selama pandemk Covid-19.

“Saat ini, kami sedang menyusun langkah-langkah ke depan,” tandasnya. (ATN)

Tags: AMMAN MineralFreeport IndonesiaIndustri SmelterKESDMSmelterSmelter FeronikelSmelter IndonesiaTambang Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.