• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Resesi Ekonomi Global Tahun ini Diprediksi 1,9 Persen

by Redaksi Asiatoday
May 4, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Utang Menumpuk, Negara-negara di Asia Diambang Resesi Ekonomi

Resesi dan krisis Ekonomi. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, BERLIN – Tak kurang 1.000 pakar ekonomi dari 110 negara dan wilayah memprediksi resesi global sebesar 1,9 persen akan terjadi pada 2020 akibat krisis coronavirus (covid-19). Angka ini dilaporkan sebuah survei yang diterbitkan oleh lembaga berpengaruh di Jerman, IFO.

Melansir Xinhua, Senin (4/5/2020), para peneliti IFO mencatat dengan resesi global sebesar 1,9 persen, itu adalah angka terendah sejak survei dimulai pada 1989.

Survei IFO memaparkan Eropa telah terpukul karena Produk Domestik Bruto (PDB) di zona euro yang beranggotakan 19 negara itu diperkirakan akan turun 5,3 persen pada 2020.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Di zona euro, resesi diperkirakan menjadi yang paling parah di Italia dengan penurunan tujuh persen. Untuk Jerman dan Prancis, para ahli memperkirakan penurunan PDB sebesar lima persen, menurut survei.

Hanya beberapa negara, seperti China dan India, yang diperkirakan akan meningkatkan output ekonominya.

Sedangkan output ekonomi di Amerika Serikat diperkirakan turun 4,6 persen. PDB akan berkurang masing-masing 4,2 persen di Brasil dan 3,4 persen di Rusia dan Afrika Selatan. Jepang akan mengalami resesi 3,3 persen, menurut survei itu.

Pandemi berdampak negatif pada aktivitas ekonomi dunia melalui berbagai saluran yang berbeda. Pengurangan investasi khususnya memiliki dampak negatif yang signifikan.

Meningkatnya defisit anggaran nasional, pengeluaran konsumen yang lebih rendah, penutupan perusahaan serta penghentian produksi, tindakan karantina dan gangguan dalam rantai pasokan internasional semakin menghambat ekonomi global, menurut survei IFO.

Namun, para ahli yang disurvei oleh IFO menganggap potensi kebangkrutan bank hanya masalah kecil.

Dukungan likuiditas untuk perusahaan kecil dan besar, penangguhan pajak untuk perusahaan serta pembelian surat berharga oleh bank sentral dan pengurangan sementara dalam pajak pertambahan nilai (PPN) dianggap penanggulangan yang bermanfaat selama krisis covid-19.

Adapun 34 persen dari para ahli yang disurvei percaya bahwa negara-negara berkembang akan kembali ke tingkat kinerja sebelum krisis di tahun ini. Sementara Uni Eropa (UE), hanya 6,7 ??persen dari para ahli yang mengharapkan kenaikan pada awal 2020. (ATN)

Tags: COVID-19Krisis EkonomiPandemi GlobalResesi EkonomiResesi Global
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.