ASIATODAY.ID, JAKARTA – Selandia Baru mencatat nol kasus coronavirus (covid-19) pada Selasa (5/5/2020). Satu hari sebelumnya, Selandia Baru mendeklarasikan nol kasus covid-19 untuk kali pertama sejak memberlakukan penguncian wilayah (lockdown) pada 25 Maret.
Sebaliknya, di Indonesia justru kian melonjak. Per hari ini, jumlah pasien positif Covid-19 sudah menembus angka 12.071 orang.
Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins pada Selasa ini, total kasus covid-19 di Selandia Baru masih berada di angka 1.487. Angka kematian akibat covid-19 di Selandia Baru juga masih bertahan di angka 20.
Dalam konferensi pers di Wellington, Direktur Jenderal Kesehatan Selandia Baru Ashley Bloomfield mengatakan bahwa 88 persen dari total individu terjangkit covid-19 di seantero negeri telah dinyatakan sembuh.
Meski angka infeksi aktif covid-19 di Selandia Baru hanya tersisa sekitar 12 persen, Bloomfield menegaskan pihaknya belum mau berpuas diri dan mendeklarasikan kemenangan.
Selasa pekan kemarin, Selandia Baru menurunkan level lockdown ke angka 3. Lewat penurunan lockdown, sejumlah kantor, sekolah, mal, restoran, tempat bermain, dan area publik lainnya kembali dibuka.
Karena lockdown tidak dicabut sepenuhnya, warga Selandia Baru masih harus mematuhi sejumlah aturan ketat, seperti menjaga jarak sosial (social distancing) dan juga memakai masker.
Jutaan warga Selandia Baru juga masih bekerja dan belajar dari rumah, karena ancaman covid-19 belum sepenuhnya berakhir. Bloomfield menekankan pentingnya social distancing di semua ruang publik untuk memastikan covid-19 tidak kembali mewabah di Selandia Baru.
Sementara di Indonesia, jumlah kasus positif secara keseluruhan bertambah 484 orang. Penambahan kasus ini berdasarkan pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR).
Dengan demikian total kasus positif hari ini mencapai 12.071 kasus. Kemudian pasien meninggal menjadi 872 pasien.
Penambahan kasus didapatkan dari kasus positif yang terkonfirmasi (sembuh) hari ini sebanyak 243 orang.
Juru bicara pemerintah Indonesia untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyampaikan, dari 2.197 pasien sembuh, 704 di antaranya berada di Provinsi DKI Jakarta. Kemudian, 180 pasien lagi berada di Jawa Timur dan 167 pasien sembuh di Jawa Barat.
“Lalu, Provinsi Sulawesi Selatan ada 228 orang yang dinyatakan sembuh dan Bali 160 orang,” terang Yuri dalam konferensi pers reguler di kantor BNPB Jakarta, Selasa (5/5/2020).
Menurut Yurianto, masih banyaknya kasus positif menunjukkan bahwa virus corona masih ada di tengah warga tanpa disadari. Ia mengajak seluruh masyarakat menjadi diri agar tidak tertular.
“Jangan sampai kita tertular dan makin banyak yang tertular dan kemudian harus masuk ke rumah sakit, maka beban layanan rumah sakit akan semakin berat,” tandasnya. (ATN)
