ASIATODAY.ID, JAKARTA – Jumlah kasus positif coronavirus (covid-19) di Indonesia kembali bertambah 336 orang. Penambahan kasus ini berdasarkan pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR).
“Total kasus positif hari ini 13.112 kasus. Kemudian pasien meninggal menjadi 943 pasien,” terang juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers reguler di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (8/5/2020).
Sementara, jumlah pasien sembuh mencapai 2.494 orang.
“Penambahan itu didapatkan dari kasus positif yang terkonfirmasi (sembuh) hari ini sebanyak 113 orang,” kata Yuri.
Kemudian, orang dalam pemantauan (ODP) bertambah sekitar 1.025 dalam sehari. Total ODP menjadi 244.480 orang.
Adapun pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah 579 dalam 24 jam. Dengan begitu, total PDP menjadi 29.087 orang.
Kedua Terbanyak di ASEAN
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebut Indonesia menjadi negara kedua dengan jumlah kasus coronavirus (Covid-19) terbanyak di ASEAN hingga Rabu (6/5/2020), ketika jumlah pasien terkonfirmasi positif mencapai 12.776 orang.
Sementara, Singapura menjadi negara dengan jumlah pasien covid-19 terbanyak, yakni 20.939 orang. Lalu, di posisi ketiga ada Filipina dengan jumlah kasus 10.343 pasien.
“Tetapi kalau dibandingkan dengan jumlah penduduknya tentu saja angka ini sebetulnya tidak terlalu istimewa. Karena jumlah penduduk kita 263 juta,” kata Muhadjir di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (8/5/2020).
Muhadjir membandingkan jumlah penduduk Indonesia dengan Singapura yang hanya 5,8 juta dan Filipina sekitar 10 juta penduduk. Muhadjir mengklaim pertumbuhan kasus di Indonesia tak terlalu meledak seperti di Singapura.
Ia menyebut, di Indonesia, pasien positif paling banyak 500 orang dalam sehari. Sementara di Singapura bisa mencapai 1.400 orang dalam sehari.
“Kita moderat sekali. Di ASEAN tidak ada yang terlalu ekstrem seperti yang terjadi di wilayah Eropa maupun Amerika Utara. Dan tentu saja ini kita patut bersyukur,” ujar dia.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyebut kasus korona di Indonesia sudah mengalami penurunan. Walaupun, jumlah penurunan tidak terlalu drastis. (ATN)
