• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home TRAVEL/TOURISM

Australia Perpanjang Larangan Masuk Kapal Pesiar Hingga September

by Redaksi Asiatoday
May 23, 2020
in TRAVEL/TOURISM
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Darurat Covid-19, Australia Larang Warganya Bepergian ke 177 Negara Termasuk Indonesia

Negara Australia. Ist

ASIATODAY.ID, SYDNEY – Australia perpanjang larangan masuknya kapal pesiar ke negeri itu hingga pertengahan September mendatang.

Larangan ini membuat wisatawan kesulitan untuk melakukan perjalanan ke negara tetangga, Selandia Baru.

“Larangan ini berlaku untuk semua kapal pesiar yang mampu memuat lebih dari 100 penumpang,” kata Pasukan Perbatasan Australia dalam pernyataannya, melansir AFP, Jumat (22/5/2020).

RelatedPosts

Bali Branded Unsafe as South Korea Issues Travel Warning

War Fallout Dims Dubai’s Glitter

Middle East War Shocks Global Travel: Over 4,500 Foreign Tourists Stranded in Thailand

Industri multimiliar dolar kapal pesiar mengalami kesusahan akibat larangan yang diberlakukan berbagai negara karena penyebaran virus corona (covid-19). Selain Australia, beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Seychelles juga melakukan larangan ini.

Negeri Kanguru pertama kali mengumumkan masuknya kapal pesiar internasional pada 27 Maret lalu. Saat itu, hampir 30 kapal berada di wilayah teritorial mereka.

Ratusan warga Australia dilaporkan terjangkit covid-19 setelah mereka ikut berlayar dalam kapal pesiar. Dari 101 kematian akibat virus corona di Australia, 20 diantaranya merupakan mantan penumpang kapal pesiar.

Kebanyakan kasus positif dan kematian merupakan mereka yang terkait dengan Kapal Ruby Princess, yang tiba di Sydney akhir Maret. Penanganan kapal dan penumpang menjadi subyek kasusbhukum dan dalam investigasi tingkat tinggi.

Australia menutup perbatasan mereka untuk non-residen pada akhir Maret. Mereka mengatakan warga asing sebaiknya keluar dari negara itu karena pemerintah hanya berfokus pada kesejahteraan rakyat mereka.

Perdana Menteri Scott Morrison telah meningkatkan kemungkinan penawaran untuk mencegah warga Selandia Baru masuk negara tersebut. Sejauh ini, larangan tersebut berhasil mencegah penyebaran virus lebih meluas.

Data Universitas Johns Hopkins pada Jumat 22 Mei 2020 menyebutkan 5.106.155 kasus positif tercatat di seluruh dunia. 332.978 diantaranya meninggal, sementara mereka yang sembuh mencapai 1.950.518 jiwa. (ATN)

Tags: Asia PasifikAustraliaCruisesWisata Kapal Pesiar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.