• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Ditopang Teknologi Digital, Investasi Manufaktur di Indonesia Diyakini Cerah

by Redaksi Asiatoday
May 27, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Fokus Pacu Investasi Sektor Manufaktur

Industri manufaktur Indonesia. dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Arus investasi di sektor manufaktur Indonesia diyakini memiliki potensi cerah di masa depan seiring dengan kemajuan teknologi dan internet.

Menurut Plt. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Farah Indriani, proses produksi akan semakin efisien berkat penggunaan teknologi dan internet sehingga potensi pertumbuhan masih lebar. Terlebih, keunggulan geografis dan pangsa pasar domestik yang menggiurkan membuat daya tawar Indonesia cukup atraktif.

“Tidak bisa dipungkiri jika pasar domestik Indonesia adalah magnet investasi, khususnya industri makanan dan minuman. Hanya industri makanan yang porsi PMDN-nya lebih besar dari PMA. Di sini kita yakin kalau industri ini akan cukup stabil dari guncangan ekonomi dunia,” terang Farah dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2020).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Meskipun data realisasi investasi BKPM untuk sektor industri makanan pada lima tahun terakhir menunjukkan adanya fluktuasi, secara rata-rata terdapat kenaikan 3 persen per tahun dan tetap berada pada peringkat teratas total realisasi investasi sektor sekunder.

Pada tahun 2017, industri makanan mencapai puncak tertinggi dengan total investasi mencapai Rp64,8 triliun atau senilai USD4,86 miliar.

Sementara itu, realisasi investasi industri logam dasar menunjukkan adanya potensi besar yang terlihat dari rata-rata pertumbuhannya mencapai 11 persen per tahun dalam 5 tahun terakhir.

“Kenaikan investasi di industri logam dasar juga merupakan sinyal bahwa pembangunan industri di tanah air berjalan dengan cepat. Indonesia tetap dipercaya oleh investor baik dalam maupun luar negeri,” terang Farah.

Dalam periode 2015 hingga kuartal I/2020, total realisasi investasi terbesar pada sektor manufaktur dicapai oleh industri makanan dengan realisasi sebesar Rp293,2 triliun, industri logam dasar sebesar Rp266,7 triliun, industri kimia dan farmasi sebesar Rp243,9 triliun, industri mineral non logam sebesar Rp109,3 triliun, dan industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain sebesar Rp 106,4 triliun. (AT Network)

Tags: BKPMIndustri ManufakturInvestasi GlobalManufaktur
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.