• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pendapatan Bank Indonesia Rontok Hingga Rp91,81 Triliun di 2019

by Redaksi Asiatoday
May 27, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Utang Indonesia Tembus Rp5.501,6 Triliun, Mengapa BI Klaim Masih Sehat?

Kantor Bank Indonesia di Jakarta Pusat. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat total pen selama 2019 sebanyak Rp91,81 triliun. Capaian itu merosot 13,28 persen dari total penghasilan bank sentral di tahun sebelumnya yang mencapai Rp105,87 triliun.

Dalam buku Laporan Tahunan Bank Indonesia (LTBI) 2019 yang diluncurkan secara digital dan dimonitotor Rabu (27/5/2020), penurunan penghasilan BI terutama karena merosotnya pelaksanaan kebijakan moneter. Penghasilan tersebut turun menjadi Rp90,16 triliun dari Rp104,64 triliun di tahun sebelumnya.

Capaian penghasilan pelaksanaan kebijakan moneter bank sentral terdiri atas pendapatan bunga sebanyak Rp48,75 triliun, pendapatan imbalan Rp1,18 triliun, transaksi aset keuangan Rp18,70 triliun, selisih kurs transaksi valuta asing (valas) Rp21,41 triliun, serta lainnya sebanyak Rp104,3 miliar.

RelatedPosts

Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

Selain pelaksanaan kebijakan moneter, Bank Indonesia juga memiliki penghasilan dari pengelolaan sistem pembayaran. Namun penghasilan sektor ini pada 2019 mengalami penurunan dari Rp388,54 miliar menjadi Rp373,57 miliar.

Kemudian penghasilan dari pengaturan dan pengawasan makroprudensial yang naik menjadi Rp7,16 miliar dari Rp6,43 miliar. Kemudian pendapatan dari penyediaan pendanaan yang turun menjadi Rp147,86 miliar dari Rp189,95 miliar, serta pendapatan lainnya yang naik dari Rp638,54 miliar menjadi Rp1,12 triliun.

Sementara itu, Bank Indonesia juga mencatat jumlah beban selama 2019 sebanyak Rp46,58 triliun. Angka itu mengalami kenaikan dari Rp41,05 triliun di tahun sebelumnya.

Beban bank sentral terdiri dari pelaksanaan kebijakan moneter sebesar Rp23,78 triliun atau naik dari Rp23,01 triliun. Secara rinci, beban pelaksanaan kebijakan moneter terdiri atas beban bunga sebanyak Rp20,27 triliun, beban imbalan Rp2,42 triliun, dan lainnya sebesar Rp1,08 triliun.

Selain pelaksanaan kebijakan moneter, terdapat beban pengelolaan sistem pembayaran yang naik menjadi Rp4,65 triliun dari Rp3,47 triliun. Lalu pengaturan dan pengawasan makroprudensial yang juga naik menjadi Rp257,01 miliar dari Rp165,29 miliar.

Kemudian ada beban remunerasi kepada pemerintah yang naik dari Rp5,46 triliun menjadi Rp7,06 triliun. Serta beban umum dan lainnya yang juga mengalami kenaikan dari Rp8,93 triliun menjadi Rp10,83 triliun.

Bila dikalkulasi, maka operasional Bank Indonesia selama 2019 tercatat surplus. Adapun surplus BI setelah pajak sebesar Rp33,35 triliun.

Meski demikian, surplus operasional BI selama 2019 masih lebih rendah ketimbang capaian tahun sebelumnya yang tercatat surplus setelah pajak sebanyak Rp48,02 triliun. (ATN)

Tags: Bank Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • ASEAN, Australia Deepen Strategic Partnership with High-Level Dialogue on Indo-Pacific Future
  • Chinese-Backed Nickel Smelter GNI Enters Court-Supervised Debt Restructuring in Indonesia
  • Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil
  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.