• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pandemi Covid-19 Lumpuhkan Ekspor Tuna dan Lobster dari Kota Padang

by Redaksi Asiatoday
May 29, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Komisi Perikanan Regional Apresiasi Basis Data Produksi Ikan Tuna Indonesia

Ikan Tuna. ist

ASIATODAY.ID, PADANG – Sejak pandemi coronavirus (Covid-19) melanda Indonesia, aktivitas ekspor ikan Tuna dan Lobster dari Kota Padang, Sumatera Barat, langsung lumpuh.

“Sejak ada pandemi Covid-19, ekspor ikan asal Padang mandek, akibatnya harga ikan tuna anjlok menjadi hanya Rp27 ribu per kilogram dibandingkan harga ekspor yang menembus Rp54 ribu per kilogram,” terang Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang Guswardi dalam keterangan di Padang, Jumat (29/5/2020).

Saat ini, nelayan yang biasanya menangkap tuna untuk kebutuhan ekspor lebih memilih menyediakan pasokan lokal kendati harganya turun.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Ekspor mulai terhenti awal tahun, negara tujuan biasanya Jepang, China dan Amerika Serikat,” ujarnya.

Selain ikan Tuna, untuk lobster juga terhenti pengirimannya ke luar negeri.

Dikatakan, ada sekitar lima kelompok besar nelayan yang bergerak di bidang ekspor tuna termasuk PT Dempo.

“Biasanya pengiriman dari Bandara Internasional Minangkabau setelah ikan dibekukan ke Jakarta untuk dikirim ke negara tujuan, ujarnya.

Untuk kegiatan budidaya perikanan air tawar di Padang cukup baik kendati permintaan juga turun karena pembeli sepi.

“Ikan tetap ada tapi pembeli berkurang, terutama nila dan lele,” ujarnya.

Guswardi menyebutkan terdapat 1.200 orang yang membudidayakan ikan air tawar dengan kolam air deras dan tanah.

“Produksi cukup untuk memenuhi kebutuhan Padang ditambah dengan hasil tangkapan nelayan dari laut,” jelasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, ekspor daging dan ikan olahan mengalami penurunan 0,95 persen pada Januari-Maret 2020 dibandingkan periode yang sama pada 2019.

Pada Januari-Maret 2019 nilai ekspor daging dan ikan olahan mencapai 0,05 juta dolar Amerika Serikat. (ATN)

Tags: Ekspor IndonesiaEkspor Perikanan IndonesiaIkan TunaLobsterSumatera Barat
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.