• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Kasus Baru Melonjak, Jepang Waspadai Gelombang Kedua Covid-19

by Redaksi Asiatoday
May 30, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kasus Baru Melonjak, Jepang Waspadai Gelombang Kedua Covid-19

Mobilitas sosial di Jepang. Ist

ASIATODAY.ID, TOKYO – Pemerintah Jepang mulai mewaspadai gelombang kedua kasus coronavirus (Covid-19) menyusul adanya 63 kasus positif baru virus corona (Covid-19) dan 7 kematian pada Kamis (28/5/2020). Jumlah itu menjadi lonjakan terbesar dalam sehari sejak 14 Mei lalu.

Otoritas Jepang melaporkan, 21 dari 63 kasus Covid-19 baru itu berada di selatan Kota Kitakyushu. Padahal, kota yang terletak di prefektur Fukuoka itu telah melaporkan nihil kasus corona selama 23 hari terakhir.

Per hari ini, Jumat (29/5), Kota Kitakyushu telah melaporkan 43 kasus baru.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Melansir CNN, lonjakan kasus baru yang muncul ini meningkatkan kekhawatiran warga terkait potensi gelombang kedua penularan pandemi corona di Negeri Matahari Terbit.

Perdana Menteri Shinzo Abe baru secara resmi mencabut status darurat nasional pandemi corona setelah mengklaim berhasil meratakan kurva penyebaran virus tersebut pada awal pekan ini.

Status darurat itu diterapkan Jepang sekitar Maret lalu dan diperluas pada April lalu. Dengan status darurat itu, warga diimbau melakukan karantina mandiri dan berdiam di rumah.

Namun, status darurat di Jepang tidak mengikat warga lantaran tidak ada sanksi atau denda bagi pelanggar sehingga masih memungkinkan melakukan perjalanan, termasuk bekerja di kantor meski jam kerjanya dikurangi.

Temuan puluhan penularan baru ini pun menjadikan total kasus Covid-19 di Jepang menjadi 17.431 kasus dengan 887 kematian. 

Belasan ribu penularan corona itu termasuk kasus-kasus yang terdapat di kapal pesiar Diamond Princess yang sempat terdampar dan dikarantina di perairan Yokohama karena membawa ratusan penumpang positif Covid-19. (ATN) 

Tags: Corona AsiaCoronavirusCOVID-19Jepang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.