• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Bank Indonesia Catat Putaran Uang Capai Rp6.238,3 Triliun di April

by Redaksi Asiatoday
June 3, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kapan Indonesia Terbebas dari Jerat Utang Asing?

Bank Indonesia. Doc

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh melambat pada April 2020.

Posisi M2 April 2020 tercatat Rp6.238,3 triliun atau tumbuh 8,6 persen secara tahunan (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,1 persen (yoy).

Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan perlambatan pertumbuhan M2 tersebut disebabkan oleh perlambatan seluruh komponennya, baik uang beredar dalam arti sempit (M1), uang kuasi (dana simpanan masyarakat di perbankan), maupun surat berharga selain saham.

RelatedPosts

Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

“M1 tumbuh melambat dari 15,4 persen (yoy) pada Maret 2020 menjadi 8,4 persen (yoy) pada April 2020, disebabkan oleh perlambatan giro rupiah,” jelas Onny melalui siaran pers, Rabu (3/6/2020).

Adapun perlambatan giro rupiah, dari 22,0 persen (yoy) pada Maret 2020 menjadi 9,4 persen (yoy) pada April 2020 terjadi karena penurunan saldo giro rupiah milik nasabah korporasi dan perorangan.

Selain perlambatan M1, bank sentral juga mencatat lambatnya pertumbuhan peredaran uang terjadi pada uang kuasi. Dana simpanan masyarakat di perbankan berupa simpanan berjangka dan tabungan (rupiah dan valas) serta simpanan giro valas tersebut tumbuh 8,5 persen (yoy) pada April 2020, melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 10,8 persen (yoy).

“Uang kuasi memiliki pangsa terhadap M2 sebesar 74,3 persen dengan nilai sebesar Rp4.637,3 triliun. Perlambatan uang kuasi pada April 2020 seiring dengan perlambatan simpanan berjangka, tabungan, maupun giro valas,” ungkap Onny.

Perlambatan juga terjadi pada surat berharga selain saham, dari 44,6 persen (yoy) pada Maret 2020 menjadi 20,6 persen (yoy) pada April 2020. Perlambatan terutama didorong oleh peningkatan surat berharga rupiah bank yang dimiliki oleh perusahaan korporasi finansial.

Sementara berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan pertumbuhan M2 pada April 2020 disebabkan oleh kontraksi operasi keuangan pemerintah dan perlambatan penyaluran kredit. Kontraksi operasi keuangan pemerintah tercermin dari tagihan bersih kepada pemerintah pusat yang tumbuh 1,7 persen (yoy) pada April 2020, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 14,5 persen (yoy).

“Kontraksi tersebut disebabkan oleh peningkatan kewajiban sistem moneter kepada pemerintah pusat berupa simpanan, baik dalam rupiah maupun valas,” tutur Onny.

Sejalan dengan hal itu, penyaluran kredit juga mengalami perlambatan. Pada April 2020 penyaluran kredit tercatat tumbuh sebesar 4,9 persen (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan di bulan sebelumnya sebanyak 7,2 persen (yoy).

“Di sisi lain, aktiva luar negeri bersih pada April 2020 tumbuh sebesar 15,8 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2020 sebesar 13,9% (yoy), sehingga menahan perlambatan uang beredar. Pertumbuhan ini disebabkan oleh peningkatan tagihan sistem moneter kepada bukan penduduk sejalan dengan peningkatan cadangan devisa pada April 2020,” tutup Onny. (AT Network)

Tags: Bank Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • ASEAN, Australia Deepen Strategic Partnership with High-Level Dialogue on Indo-Pacific Future
  • Chinese-Backed Nickel Smelter GNI Enters Court-Supervised Debt Restructuring in Indonesia
  • Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil
  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.