• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Maskapai Penerbangan China Dilarang Masuk Amerika Mulai 16 Juni

by Redaksi Asiatoday
June 4, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Maskapai Penerbangan China Dilarang Masuk Amerika Mulai 16 Juni

New York Airport. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Maskapai penerbangan China tidak diizinkan lagi memasuki kawasan udara Amerika Serikat (AS) mulai 16 Juni 2020.

Pasalnya, pemerintah AS telah menangguhkan penerbangan maskapai China tujuan Amerika.

Tindakan AS tersebut merupakan balasan atas langkah Beijing melarang maskapai AS memasuki China di tengah meningkatnya ketegangan hubungan kedua negara.

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

“Perintah yang dikeluarkan kemarin berlaku mulai 16 Juni meskipun Presiden Donald Trump dapat bertindak lebih cepat jika dia menginginkan,” ujar pernyataan Departemen Perhubungan AS, melansir Bloomberg, Kamis (4/6/2020).

Langkah tersebut meningkatkan ketegangan hubungan perdagangan antara AS dan China, selain soal pandemi Covid-19 dan status Hong Kong.

China baru-baru ini menghentikan beberapa impor pertanian setelah Trump mengancam akan menghapuskan pengecualian kebijakan yang memungkinkan Amerika Serikat memperlakukan Hong Kong secara berbeda dari China daratan.

Kesepakatan perdagangan fase satu antara kedua negara pun terancam. Hal itu menyangkut miliaran dolar dalam penjualan pesawat Boeing Co.

Beijing telah mencegah operator AS memulai kembali layanan ke China, sementara empat maskapai penerbangannya mempertahankan penerbangan ke dan dari bandara Amerika Serikat tahun ini ketika Covid-19 masih menyebar, menurut Departemen Perhubungan.

Maskapai penerbangan AS telah meminta untuk melanjutkan layanan mulai 1 Juni mendatang.

“Kegagalan pemerintah China menyetujui permintaan kami merupakan pelanggaran terhadap Perjanjian Transportasi Udara kami,” ujar Departemen Transportasi dalam sebuah pernyataan melalui email.

Dua maskapai AS yang memiliki penerbangan ke China adalah Delta Airlines dan United Airlines.

Penangguhan izin terbang ini merupakan bentuk hukuman baru AS ke China karena Beijing disebut AS gagal mematuhi perjanjian penerbangan kedua negara.

Sejumlah analis berpendapat kedua negara terjebak dalam Perang Dingin. Bahkan ada ketakutan, konfrontasi bisa terjadi antara dua negara penguasa ekonomi dunia itu. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaDonald TrumpXi Jinping
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.