ASIATODAY.ID, JAKARTA – Google menjalani periode yang manis sepanjang tahun 2019 lalu, dengan mengapalkan sebanyak 7,2 juta unit smartphone. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2018, mencatatkan pertumbuhan sebesar 58 persen. Demikian laporan terbaru dari IDC.
Kendati demikian, pencapaian Google ini dinilai GSM Arena masih belum cukup untuk dapat memasuki daftar 10 produsen smartphone global, jika penilaian didasarkan pada jumlah pengapalan unit smartphone.
Pasalnya, pada laporan sebelumnya Pixel 3a dan Pixel 4 terjual dalam jumlah unit lebih sedikit jika dibandingkan dengan dua kuartal pertama waktu ketersediaannya jika dibandingkan dengan Pixel 3 di periode yang sama.
Tahun lalu, Google juga telah memperluas cakupan wilayah penjualan perangkat Pixel ke tiga pasar baru. Dan meski jumlah penjualan ponsel selama tahun 2019 lebih sedikit jika dibandingkan dengan Pixel 3, namun jumlah ini dinilai lebih stabil.
Angka pengapalan smartphone Google ini masih belum mampu mengejar nama-nama besar produsen smartphone seperti Samsung, Apple, Huawei ataupun Xiaomi. Setidaknya, penjualan smartphone Google mengalami pertumbuhan secara signifikan.
Sebelumnya, Google mengumumkan bahwa aplikasi Maps versi iOS dan Android akan menerima update yang memungkinkan pengguna lebih dahulu menemukan informasi terkait kepadatan bus atau kereta, atau keterbatasan jadwal perjalanan transportasi tersebut.
Update ini merupakan bagian dari bantuan Google dalam menghentikan penyebaran virus corona yang menjadi pandemi saat ini. Google menyebut pekerja layanan yang tidak memungkinkan mereka bekerja di rumah membutuhkan informasi ini untuk dapat mencapai lokasi kerja mereka.
Sementara itu, turut memeriahkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Google menyampaikan bahwa teknologi turut dapat dimanfaatkan untuk membantu dalam melindungi keanekaragaman hayati di dunia, terutama dari ancaman kepunahan.
Salah satunya untuk melindungi spesies laut dengan memanfaatkan teknologi komputasi awan, seperti yang telah dilakukan Google sejak 2016. Sementara itu, Google telah membatalkan tawaran pekerjaan ke ribuan pekerja temporer dan kontrak di berbagai lokasi di seluruh dunia.
Pekerja ini dilaporkan merupakan kandidat yang sebelumnya akan Google diangkat sebagai pegawai. Dalam email yang dikirimkan ke perusahaan perekrutan, Google mengaku memperlambat fase perekrutan dan investasi, serta tidak akan memboyong banyak pekerja baru seperti yang direncanakan pada awal tahun 2020 lalu. (ATN)
