• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Produksi 20.000 Unit Alat Deteksi Antibodi Covid-19 Pekan Ini

by Redaksi Asiatoday
June 11, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Produksi 20.000 Unit Alat Deteksi Antibodi Covid-19 Pekan Ini

Rapid Diagnostic Test (RDT) Kit untuk deteksi antibodi IgG/IgM. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sebuah lompatan besar di tengah pandemi coronavirus (Covid-19) datang dari Indonesia.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyatakan, sebanyak 20.000 Rapid Diagnostic Test (RDT) Kit untuk deteksi antibodi IgG/IgM sedang diproduksi untuk mengetahui infeksi Covid-19.

Menurut Kepala BPPT Hammam Riza, pada 12 Juni 2020 diharapkan produksi 20.000 perangkat tes cepat itu sudah selesai. Distribusi alat tes cepat itu akan dilakukan melalui Pusat Pelayanan Teknologi (Pusyantek).

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

“Saat ini kita sedang produksi sebanyak 20.000 unit, dalam minggu ini semoga sudah dapat distribusikan,” terang Hammam melalui keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2020).

Perangkat RDT untuk deteksi IgG/IgM ini dikembangkan oleh BPPT, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Mataram, PT Hepatika Mataram.

Menurutnya, RDT Kit untuk deteksi antibodi IgG/IgM, masuk dalam tahap uji validasi tahap akhir terhadap 10.000 unit untuk jenis perangkat yang sama. Perangkat tes deteksi cepat itu diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tes cepat mendesak Covid-19.

Sebelumnya, pada 9 Mei 2020, RDT ini telah didapatkan Nomor Izin Edar (NIE) dari Kementerian Kesehatan RI dengan nomor AKD 20303020697. Pada pekan kedua Mei 2020 mulai dilakukan uji validasi pada beberapa rumah sakit di Yogyakarta, Solo, Semarang dan Surabaya.

Pada Juni 2020, direncanakan 40.000 RDT kit untuk didistribusikan diantaranya ke rumah sakit-rumah sakit. Pada Juli-Agustus 2020, ditargetkan 100.000–500.000 perangkat RDT yang akan diproduksi massal oleh PT Hepatika Mataram, BPPT dan industri lain.

BPPT juga telah menyampaikan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 agar memproduksi sebanyak 2 juta unit RDT kit tersebut untuk kebutuhan dalam negeri.

Sementara itu, Ketua TFRIC-19 Soni Solistia Wirawan mengatakan RDT antibodi IgG/IgM bisa mendeteksi secara cepat keberadaan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dalam waktu 5-10 menit cukup dengan meneteskan darah atau serum pada alat RDT Kit IgG/IgM.

RDT Kit IgG/IgM dirancang menggunakan platform teknologi imunokromatografi yang berbasiskan virus lokal Indonesia, sehingga diharapkan lebih sensitif dan lebih spesifik untuk orang Indonesia dibandingkan produk impor.

Perangkat tes cepat itu bermanfaat untuk deteksi antibodi IgM dan IgG orang terpapar COVID-19 baik digunakan untuk orang tanpa gejala, orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), post infeksi dan gambaran herd immunity.

“Alat tersebut praktis atau mudah diaplikasikan di mana saja, spesifik, murah, tanpa alat pendukung lain, cepat memberikan hasil yang dalam waktu paling lama 15 menit,” jelasnya. (AT Network)

Tags: BPPTCorona IndonesiaCOVID-19KemenristekDiktiRapid Diagnostic Test
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.