• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Awalnya Ditolak, 500 TKA China Akhirnya Diizinkan Masuk di Sultra

by Redaksi Asiatoday
June 13, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ekspor Nikel Dihentikan, Penambang Ragukan Kemampuan Smelter Domestik

Kawasan Industri PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI). ist

ASIATODAY.ID, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya menyetujui rencana kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China untuk bekerja di perusahaan smelter nikel, PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) di Kawasan Industri Morosi, Kabupaten Konawe.

Keputusan itu setelah Gubernur Ali mazi bersama jajaran Forkopimda menggelar rapat koordinasi (rakor) bidang ketenagakerjaan di aula Merah Putih, rumah jabatan Gubernur Sultra, Jumat (12/6/2020), Kemarin.

Rakor itu juga dihadiri sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah, tokoh agama, rektor berbagai universitas, serta beberapa ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Gubernur Ali Mazi mengatakan, 500 TKA China yang didatangkan merupakan tenaga ahli yang akan bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) untuk mempercepat pembangunan smelter.

Para TKA juga sudah memenuhi prosedur yang ada, mulai dari administrasi perizinan hingga protokol penanggulangan wabah virus corona atau covid-19.

“Semua urusan TKA itu persyaratan semua sudah dilalui dan sudah memenuhi persyaratan semua,” ungkap Ali Mazi, dikutip lenterasultra.com.

Menurut Ali Mazi, kebijakan pemerintah terkait kedatangan TKA tersebut untuk mendukung hubungan bilateral antara Indonesia dengan China.

Selain itu, Pemerintah menilai kedatangan 500 TKA China juga akan berdampak bagi pembangunan. Pasalnya, mereka akan menyelesaikan pengerjaan Smelter yang ada di VDNI dan OSS. Sementara dampak lainnya yakni terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Karena para TKA itu yang bekerja merupakan tenaga ahli, sehingga dapat menyerap ribuan pekerja lokal dalam penyelesaian Smelter.

“Estimasinya, ada sekitar 3000 tenaga kerja lokal yang akan direkrut oleh PT VDNI dan PT OSS ini, sebab setiap satu TKA akan didampingi sekitar 6 sampai tujuh tenaga kerja lokal. Nah ini sangat berimplikasi pada peningkatan ekonomi masyarakat kita,” lanjut politisi partai Nasdem itu.

Dia juga mengatakan, Untuk saat ini saja, tercatat sebanyak 11.227 orang tenaga kerja lokal yang telah bekerja di kawasan industri itu. Dari jumlah tersebut, 92 persen merupakan tenaga kerja asal Sulawesi Tenggara, dan 8 persen dari luar Sultra atau TKA.

“Jumlah ini, belum termasuk dengan para pekerja dari perusahaan joint atau mitra PT VDNI dan PT OSS yang jumlahnya juga sangat banyak,” tukas Ali Mazi. (ATN)

Tags: Smelter FeronikelSulawesi TenggaraTenaga Kerja AsingTenaga Kerja ChinaTKA ChinaVDNIVirtu Dragon
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.