• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Morgan Stanley Tingkatkan Peringkat Saham di Indonesia Jadi Overweight

by Redaksi Asiatoday
June 19, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pembukaan Kegiatan Ekonomi di Asia Harus Bertahap Hingga Vaksin Covid-19 Ditemukan

Kantor Morgan Stanley. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bank investasi global, Morgan Stanley meningkatkan peringkat rekomendasi saham-saham Indonesia menjadi overweight.

Dalam publikasinya yang dimonitotor Jumat (19/6/2020), Morgan Stanley masih mempertahankan preferensi untuk saham-saham Jepang dan China untuk kawasan emerging market (EM). Lembaga itu mempertahankan rekomendasi untuk ekuitas di kawasan EM underweight.

Morgan Stanley juga masih menjadikan saham-saham Jepang sebagai preferensi. Sebab, emiten di negeri itu mampu menunjukkan dividend per share (DPS) atau earning per share (EPS) lebih defensif didukung restrukturisasi dan neraca yang lebih kuat.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Di tingkat pasar, Morgan Stanley menaikkan rekomendasi Indonesia dan Yunani menjadi overweight. Indonesia diperkirakan akan mampu kembali ke level gross domestic product (GDP) atau PDB sebelum krisis pada kuartal I/2021.

Rekomendasi overweight dari Morgan Stanley menggambarkan tingkat return atau pengembalian mampu melewati indeks MSCI negara yang relevan atau pengembalian total rata-rata industri berdasarkan risiko yang disesuaikan dalam 12 bulan hingga 18 bulan ke depan.

Pada riset sebelumnya, Morgan Stanley memprediksi China menjadi yang pertama kembali ke tingkat PDB sebelum Covid-19 yakni pada kuartal III/2020. Selanjutya, tiga negara Asia non Jepang lainnya, Filipina, Indonesia dan India akan menyusul China.

Filipina, Indonesia dan India diyakini mampu menyusul China mengingat orientasi permintaan domestik dan cerita struktural yang lebih kuat. Risiko untuk ketiga negara itu adalah jika data harian Covid-19 tidak memuncak pada kuartal II/2020 sesuai dengan prediksi Morgan Stanley.

Untuk sektor pendapatan tetap atau fixed income, Morgan Stanley menyebut posisi overweight menjadi salah satu katalis yang memicu aksi sell-off. Kepemilikan asing di surat berharga negara (SBN) Indonesia turun signifikan.

Valuasi SBN Indonesia menjadi murah dengan menawarkan kupon tertinggi ketiga di kawasan EM. Dengan demikian, surat utang Indonesia berpeluang mendapatkan benefit dari rebound kawasan Asia. (ATN)

Tags: Morgan Stanley
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.