• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Efek Covid-19 di Indonesia, Rp392 Triliun Menguap

by Redaksi Asiatoday
June 22, 2020
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
P4G National Platform, Inovasi Kemitraan Indonesia Capai Pertumbuhan Ekonomi Hijau

Menteri Bappenas Republik Indonesia, Suharso Monoarfa. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pandemi global coronavirus (Covid-19) yang mencengkram Indonesia tidak hanya meruntuhkah pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat juga ikut rontok.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyebutkan, daya beli yang menguap pada periode 30 Maret hingga 6 Juni 2020 menyentuh angka Rp362 triliun.

Menurut Suharso, kondisi ini dipicu oleh hilangnya jam kerja yang signifikan akibat turunnya kontribusi dari sektor-sektor penting, mulai dari manufaktur, pariwisata dan investasi.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

“Ini yang menjelaskan kenapa tidak ada pembeli atau UMKM mendapatkan penghasilan yang turun drastis,” jelas Suharso di forum Rapat Kerja dengan Komisi XI, Senin (22/6/2020).

Suharso juga mengatakan utilitas manufaktur turun hingga ke kisaran 30 persen dalam rentang periode ini. Turunnya utilitas manufaktur menyebabkan banyak tenaga kerja akhirnya harus dirumahkan.

Suharso memandang, kondisi ini akan menjadi pekerjaan rumah dalam pemulihan ekonomi 2021. Oleh karena itu, fokus dan strategi nasional 2021 adalah mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Instrumen pemulihan ekonomi yang akan difokuskan adalah industri manufaktur, pariwisata dan investasi,” tandasnya. (ATN)

Tags: BappenasCorona IndonesiaUMKM indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.