• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

PBB Kecam Serangan Terhadap Pasukan Perdamaian TNI di Kongo

by Redaksi Asiatoday
June 25, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
PBB Kecam Serangan Terhadap Pasukan Perdamaian TNI di Kongo

Anggota Pasukan Perdamaian PBB dari Indonesia bernama Serma Rama Wahyudi gugur saat Dievakuasi. Foto : Puspen TNI

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengecam keras serangan yang dilakukan oleh milisi pemberontak terhadap pasukan perdamaian PBB dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dengan Misi Stabilisasi PBB di Republik Demokratik Kongo atau yang dikenal MONUSCO.

Serangan itu dilakukan oleh Allied Democratic Forces (ADF) di Republik Demokratik Kongo timur pada hari Senin, di dekat kota Beni, ketika patroli MONUSCO diserang.

PBB Kecam Serangan Terhadap Pasukan Perdamaian TNI di Kongo 1
Serma Rama Wahyudi. Foto : Puspen TNI

Seorang anggota Pasukan Perdamaian PBB dari Indonesia bernama Serma Rama Wahyudi gugur dan seorang anggota lainnya terluka.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Mengutip UN News, Kamis (25/6/2020), Kepala MONUSCO dan Perwakilan Khusus PBB, Leila Zerrougui, mengutuk serangan yang diduga dilakukan ADF dalam serangkaian twit, mencatat bahwa pasukan penjaga perdamaian sedang menjaga proyek pembangunan jembatan di daerah Hululu saat diserang.

Leila menekankan pengorbanan “helm biru” yang mempertaruhkan nyawa mereka setiap hari jauh dari rumah, untuk melindungi warga sipil dan mengembalikan stabilitas DRC.

Kemunculan kelompok ADF berawal di negara tetangga Uganda pada 1990-an sebagai oposisi terhadap Presiden Uganda, Yoweri Museveni, yang kemudian memindahkan basis operasinya melintasi perbatasan ke DRC.

Kelompok itu pernah membunuh 15 tentara PBB di pangkalan mereka di dekat perbatasan Uganda pada Desember 2017, 14 dari Tanzania, dan tujuh dalam serangan pada Desember tahun berikutnya.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menyatakan belasungkawa terdalamnya kepada keluarga Serma Rama Wahyudi, juga kepada Pemerintah Indonesia, dan berharap pemulihan cepat terhadap helm biru yang terluka.

Antonio Gutteres juga mengingatkan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB merupakan kejahatan perang, dan menyerukan pemerintah Kongo untuk menyelidiki dan dengan cepat membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan. (AT Network)

Tags: Pasukan Perdamaian PBBTNIUnited Nations
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.