• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China: Militer Amerika Sebaiknya Angkat Kaki dari Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
July 15, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
3 Kapal Induk AS Sudah di ‘Pintu Gerbang’ Laut China Selatan

Tiga Kapal Induk Amerika Serikat. Dok USNavy

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pengerahan pasukan besar-besaran Amerika Serikat di Laut China Selatan dinilai hanya menciptakan ketegangan yang tidak bermanfaat. Justru, militer Amerika dianggap hanya menimbulkan instabilitas di kawasan Asia Tenggara.

China mengingatkan negara-negara untuk tetap bersikap waspada terhadap kecenderungan aksi militer Washington di Laut China Selatan serta bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas regional.

Anggota Dewan dan Menteri Luar Negeri Wang Yi mengungkapkan hal itu dalam sebuah konferensi video pada Selasa (14/7/2020) dengan Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin.

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

“Amerika Serikat terus mengganggu ketenangan di Laut China Selatan dengan mengirim kapal perang dan pesawat terbang canggih untuk menunjukkan kekuatannya di sana,” ujar Wang, melansir China Daily.

Sebelumnya, dalam sebuah penyataan pada Senin (13/7/2020), Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa klaim Beijing atas sumber daya lepas pantai di sebagian besar Laut China Selatan sepenuhnya melanggar hukum.

Menurut Wang, pernyataan itu melanggar komitmen Washington untuk tidak memihak dalam sengketa teritorial di Laut China Selatan.

Tindakan tersebut secara sengaja menabur perselisihan antara China dan negara-negara Asia Tenggara serta berpotensi menciptakan konflik antara negara-negara regional dan merusak stabilitas regional.

“Praktik seperti itu hanya akan merusak kredibilitas AS,” kata Wang.

China disebutnya akan terus bekerja dengan Filipina dan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara untuk menangani masalah maritim melalui dialog dan konsultasi.

Sepakat dengan Wang, Menlu Locsin mengatakan sengketa maritim bilateral seharusnya tidak dan tidak akan mempengaruhi persahabatan antara Filipina dan China.

“Filipina ingin menyelesaikan sengketa yang berkaitan dengan Laut China Selatan melalui negosiasi bilateral yang bersahabat dan mempromosikan kerja sama maritim dengan China,” tegas Locsin.

Sementara itu, menanggapi pernyataan Pompeo, juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian mengatakan pada Selasa (14/7/2020) bahwa Beijing tidak pernah berusaha untuk membangun “kerajaan maritim” di Laut China Selatan.

Dia mendesak Washington untuk menghentikan upayanya mengganggu serta menyabot perdamaian dan stabilitas regional.

“AS adalah pembuat onar yang merusak perdamaian dan stabilitas di wilayah Laut China Selatan. Kami mendesak AS untuk berhenti membuat masalah pada masalah Laut China Selatan,” tegas Zhao. (ATN)

Tags: Laut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.