ASIATODAY.ID, MANILA – Ekonomi global diperkirakan akan kehilangan USD108,6 miliar dalam pengiriman uang atau remitansi akibat pandemi Covid-19. Demikian proyeksi Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) dalam laporan terbarunya.
“Di bawah skenario terburuk, dampak ekonomi Covid-19 bertahan sepanjang tahun, pengiriman uang global akan turun USD108,6 miliar pada 2020,” kata ADB, melansir Xinhua, Selasa (4/8/2020).
Menurut laporan ADB, penerimaan remitansi di Asia dan Pasifik akan turun USD54,3 miliar atau setara dengan 19,8 persen remitansi pada 2018.
Mayoritas penurunan aliran pengiriman uang ke kawasan akibat penurunan USD22,5 miliar dalam pengiriman uang dari Timur Tengah, yang merupakan 41,4 persen dari total penurunan pengiriman uang di Asia.
“Ini diikuti oleh penurunan USD20,5 miliar dalam pengiriman uang dari Amerika Serikat atau 37,9 persen dari total,” jelas laporan ADB.
Selain itu penurunan dalam pengiriman uang dari Uni Eropa dan Inggris menyumbang 6,3 persen dari total atau USD3,4 miliar. Laporan itu mengatakan penurunan dari Rusia berjumlah USD2,1 miliar, dengan USD2 miliar mencerminkan penurunan pengiriman uang ke Asia Tengah.
“Secara persentase, Timur Tengah dan Rusia mengalami penurunan paling tajam -lebih dari sepertiga- terutama mencerminkan efek dari rendahnya permintaan dan harga minyak pada pengiriman uang,” kata laporan ADB.
Sementara itu, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta masyarakat global untuk memahami bahwa tidak ada solusi instan yang dapat menyelesaikan masalah pandemi Covid-19 dengan cepat.
Untuk itu, ia sekali lagi menekankan semua orang untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak sosial (social distancing), mencuci tangan, dan menggunakan masker.
Saat ini, berdasarkan data Johns Hopkins University, angka kasus Covid-19 secara global telah melampaui 18 juta. Sementara angka kematiannya berada di kisaran 689 ribu.
Berbicara dari markas WHO di Jenewa, Tedros mengatakan salah satu solusi mengatasi pandemi Covid-19 yang dinanti-nantikan banyak orang adalah munculnya vaksin efektif.
“Sejumlah vaksin berada dalam uji klinis fase ketiga, dan kita semua berharap vaksin efektif dapat mencegah masyarakat dari infeksi Covid-19,” kata Tedros. (ATN)
