• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

ADB: Pengiriman Uang Secara Global akan Turun Hingga USD108,6 Miliar

by Redaksi Asiatoday
August 4, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ADB Optimis Ekonomi Indonesia Pulih Kembali Tahun Depan

Kantor Asian Development Bank (ADB). Ist

ASIATODAY.ID, MANILA – Ekonomi global diperkirakan akan kehilangan USD108,6 miliar dalam pengiriman uang atau remitansi akibat pandemi Covid-19. Demikian proyeksi Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) dalam laporan terbarunya.

“Di bawah skenario terburuk, dampak ekonomi Covid-19 bertahan sepanjang tahun, pengiriman uang global akan turun USD108,6 miliar pada 2020,” kata ADB, melansir Xinhua, Selasa (4/8/2020).

Menurut laporan ADB, penerimaan remitansi di Asia dan Pasifik akan turun USD54,3 miliar atau setara dengan 19,8 persen remitansi pada 2018.

RelatedPosts

Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth

Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test

Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era

Mayoritas penurunan aliran pengiriman uang ke kawasan akibat penurunan USD22,5 miliar dalam pengiriman uang dari Timur Tengah, yang merupakan 41,4 persen dari total penurunan pengiriman uang di Asia.

“Ini diikuti oleh penurunan USD20,5 miliar dalam pengiriman uang dari Amerika Serikat atau 37,9 persen dari total,” jelas laporan ADB.

Selain itu penurunan dalam pengiriman uang dari Uni Eropa dan Inggris menyumbang 6,3 persen dari total atau USD3,4 miliar. Laporan itu mengatakan penurunan dari Rusia berjumlah USD2,1 miliar, dengan USD2 miliar mencerminkan penurunan pengiriman uang ke Asia Tengah.

“Secara persentase, Timur Tengah dan Rusia mengalami penurunan paling tajam -lebih dari sepertiga- terutama mencerminkan efek dari rendahnya permintaan dan harga minyak pada pengiriman uang,” kata laporan ADB.

Sementara itu, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta masyarakat global untuk memahami bahwa tidak ada solusi instan yang dapat menyelesaikan masalah pandemi Covid-19 dengan cepat.

Untuk itu, ia sekali lagi menekankan semua orang untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak sosial (social distancing), mencuci tangan, dan menggunakan masker.

Saat ini, berdasarkan data Johns Hopkins University, angka kasus Covid-19 secara global telah melampaui 18 juta. Sementara angka kematiannya berada di kisaran 689 ribu.

Berbicara dari markas WHO di Jenewa, Tedros mengatakan salah satu solusi mengatasi pandemi Covid-19 yang dinanti-nantikan banyak orang adalah munculnya vaksin efektif.

“Sejumlah vaksin berada dalam uji klinis fase ketiga, dan kita semua berharap vaksin efektif dapat mencegah masyarakat dari infeksi Covid-19,” kata Tedros. (ATN)

Tags: ADBAsiamoneyAsian Development BankEuromoneyRemitansi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.