• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Ekonomi Indonesia Diproyeksi Minus 3,58 Persen Kuartal II

by Redaksi Asiatoday
August 4, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Imbas Covid-19, Ekonomi Jakarta Rontok 40 Persen

Pusat Ekonomi Indonesia, DKI Jakarta. Foto : rivaldi_penzol

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Danareksa Research Institute (DRI) memproyeksikan ekonomi Indonesia akan terus terkontraksi secara triwulanan dan tahunan akibat penyebaran Covid-19, dengan seluruh indikator ekonomi menunjukkan penurunan dan pertumbuhan yang melambat.

Karena itu, DRI memperkirakan pertumbuhan ekonomi (PDB) kuartal II 2020 akan terkontraksi sebesar 3,58 persen yoy.

Riset DRI terkait outlook Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia bertajuk ‘Q2 2020 GDP Outlook: Bottoming Out’ menjelaskan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama kuartal II-2020 berdampak pada melemahnya konsumsi rumah tangga karena masyarakat menahan atau mengurangi konsumsi mereka.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

“Penjualan eceran, penjualan mobil, dan penjualan sepeda motor masing-masing terkontraksi sebesar 17,37 persen yoy, 89,44 persen yoy, dan 79,07 persen yoy yang juga diikuti oleh lemahnya pertumbuhan kredit konsumen yakni hanya tumbuh 2,32 persen yoy,” kata Kepala Riset Ekonomi Danareksa Moekti P Soejachmoen, melalui laporan tertulisnya, Selasa (4/8/2020).

Menurut DRI, kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi pun terus melemah yang  tercermin dari indeks kepercayaan konsumen yang terus turun ke level 72,63 pada Juni 2020.

Penurunan ini didorong oleh lemahnya aktivitas ekonomi dan semakin terbatasnya ketersediaan lapangan pekerjaan akibat maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Sementara itu, realisasi pendapatan pemerintah juga relatif lemah yang terlihat dari penerimaan pajak yang rendah (47,72 persen). Di sisi lain, pertumbuhan investasi yang lemah terlihat dari kontraksi dalam pada penjualan semen dan impor barang modal pada kuartal II-2020 masing-masing minus 20,36 persen yoy dan minus 20,07 persen yoy.

“Sejalan dengan pertumbuhan kredit investasi yang rendah sebesar 5,61 persen yoy. Penurunan investasi pada kuartal kedua 2020 mencerminkan melambatnya kegiatan konstruksi, serta penurunan pada pembelian mesin dan peralatan lainnya,” paparnya.

DRI menjelaskan, melemahnya konsumsi dan investasi mempengaruhi sisi pasokan, seperti yang dapat dilihat pada Purchasing Manager Index (PMI) yang terkontraksi sebesar 44,76 persen yoy dengan penurunan terdalam terlihat pada sektor tekstil, yaitu sebesar minus 62,75 persen yoy. Penurunan aktivitas manufaktur menjadi faktor terbesar melemahnya ekspor dan impor.

Berdasarkan indikator-indikator tersebut, DRI memperkirakan pertumbuhan ekonomi (PDB) kuartal kedua 2020 akan terkontraksi sebesar 3,58 persen yoy.

Meskipun demikian, adanya pelonggaran PSBB menuju new normal yang didukung oleh peraturan pemerintah dan lembaga terkait diharapkan dapat mendorong kegiatan ekonomi.

“Sehingga konsumsi masyarakat meningkat, penyerapan anggaran negara yang lebih cepat, serta potensi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di kuartal berikutnya,” tandasnya. (ATN)

Tags: Danareksa Research InstituteEkonomiPertumbuhan Ekonomi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.