• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GENERAL

Kolaborasi IAS dan Channel Factory Luncurkan “Channel Science” di Asia Pasifik

by Redaksi Asiatoday
August 12, 2020
in GENERAL
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kolaborasi IAS dan Channel Factory Luncurkan “Channel Science” di Asia Pasifik

Integral Ad Science (IAS). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Integral Ad Science (IAS) resmi meluncurkan “Channel Science”, kemitraan terdepan di industri yang terjalin antara Channel Factory dan IAS.

Solusi Channel Science membantu pengiklan untuk memanfaatkan sejumlah teknologi dari kedua pihak dalam satu produk tunggal. Solusi ini menjamin kampanye periklanan di YouTube berlangsung secara aman dan tepat bagi sebuah merek, serta memberikan kinerja optimal.

Pengiklan semakin ingin menyederhanakan aktivitas belanja iklan (media buying), serta meningkatkan efisiensi dan kinerja periklanan. Proteksi IAS pada jenjang kanal dan video kini dipadukan dengan kurasi Channel Factory atas sejumlah konten YouTube, serta pendekatan yang berorientasi pada kinerja periklanan. Hasilnya, kalangan pemasar memperoleh solusi yang piawai dan terpadu untuk kampanye periklanan di YouTube.

RelatedPosts

Normal Cholesterol Isn’t Enough: Prodia’s Advanced Lipid Test Exposes Hidden Heart Risks

Transformator Arus: Memonitor Aliran Daya dengan Presisi

Digital Transformation in Banking Through Android EDC Machines Generates Trillions in Fee-Based Income

“Kami gembira untuk meluncurkan solusi brand safety dan optimasi kinerja iklan untuk kampanye periklanan di YouTube. Solusi ini menjadi yang pertama di dunia. Lebih lagi, pengiklan di Asia Pasifik akan terbantu untuk menjalankan kampanye periklanan di YouTube melalui konten yang aman dan tepat bagi merek. Dengan demikian, pengiklan bisa menyasar dan menjangkau konsumen secara lebih baik,” ujar Laura Quigley, SVP, Asia Pasifik, IAS dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8/2020).

Tergabung dalam YouTube Measurement Partners (YTMP), IAS dan Channel Factory memberikan nilai tambah yang unik lewat solusi tepercaya bagi pengiklan. IAS memiliki sertifikasi dalam aspek Brand Suitability & Contextual Targeting serta Brand Safety Reporting. IAS juga menjadi satu-satunya peserta YTMP yang memanfaatkan fitur-fitur peningkatan kinerja periklanan dan mampu menambah efisiensi belanja iklan di YouTube (YouTube buy) hingga di atas 30 persen.

Channel Science menyediakan hal-hal berikut bagi para klien:

Kampanye periklanan terpadu dan terus dioptimalkan sehingga memberikan hasil nyata, seperti click-through rate dan view-through rate yang lebih baik, serta biaya yang lebih murah

Alur kerja yang mudah dan terpadu untuk tahap pre-campaign dan solusi pelaporan kinerja periklanan (reporting) demi memenuhi beragam kebutuhan penyasaran iklan (targeting) TrueView YouTube

Efisiensi yang lebih baik dengan berinvestasi pada media yang melakukan dan mengurangi ad waste

Verifikasi dan pemantauan brand safety dari IAS untuk memvalidasi kampanye periklanan

“Para klien kian membutuhkan visibilitas dan fitur keamanan di media digital yang terus berkembang. Untuk itu, kami gembira menjalin kemitraan dengan IAS. Kami menggabungkan keahlian, inovasi, dan teknologi terdepan demi membantu pengiklan melalui produk-produk yang dibuat dua mitra YTMP yang paling tepercaya. Secara kolektif, produk tersebut akan terus mendukung brand safety, brand suitability, serta target ROI dengan mengutamakan akurasi penayangan iklan,” jelas Trent Silins, VP, Asia Pasifik, Channel Factory. (AT Network)

Tags: Asia Pasifik DigitalChannel FactoryIASIndustri DigitalIntegral Ad ScienceYouTube
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.